BARCELONA – Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, menyindir Real Madrid sering dibantu Video Assistant Referee (VAR) semenjak Liga Spanyol 2019-2020 melakukan comeback pertengahan Juni 2020. Bartomeu menilai, keputusan itu sangatlah tidak menguntungkan, mengingat di saat yang bersamaan Barcelona justru dirugikan VAR.
Semenjak Liga Spanyol melalukan comeback, masing-masing klub telah melakoni tujuh pertandingan. Barcelona gagal meraup hasil maksimal, yang mana hanya mengemas empat menang dan tiga imbang dalam periode tersebut. Hasil itu kalah jauh dari Madrid yang tampil luar biasa.

(Ramos bobol gawang Bilbao via titik putih)
Dalam jumlah laga yang sama, Madrid menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Hanya saja, dua kemenangan terkini Madrid didapat via titik putih. Ketika Madrid menang 1-0 atas Getafe, gol tunggal Los Blancos –julukan Madrid– dicetak Sergio Ramos pada menit 79 via titik putih.
Saat itu, penalti didapat setelah Dani Carvajal dijatuhkan bek Getafe di kotak terlarang. Namun, banyak pihak menilai Carvajal memang dijatuhkan sehingga Madrid layak mendapatkan penalti. Kemudian pada Minggu 5 Juli 2020 malam WIB, Madrid lagi-lagi menang 1-0 dan ditentukan via titik putih.
Kali ini, wasit yang memimpin jalannya pertandingan membutuhkan VAR apakah fullback kiri Madrid, Marcelo Vieira, dijatuhkan bek Bilbao atau tidak. Setelah melihat siaran ulang, wasit mengganggap Marcelo dilanggar sehingga Madrid mendapatkan penalti. Sergio Ramos yang bertugas sebagai eksekutor pun menjalankan tugasnya secara brilian. Alhasil, Madrid kembali menang 1-0.
BACA JUGA: Gol Messi di Laga Villarreal vs Barcelona Dianulir VAR, Setien Makin Paham
Bagaimana dengan Barcelona? Klub yang bermarkas di Estadio Camp Nou itu justru diragukan VAR. Ketika Barcelona bertandang ke markas Villarreal dini hari tadi, gol Messi pada menit 69 dianulir wasit karena sebelum La Pulga –julukan Messi– melesakkan bola, Arturo Vidal lebih dulu terjebak di posisi offside.