Pada 2010, Timnas Spanyol mencuri perhatian dunia dengan gaya main tiki-taka mereka. Setiap babak dilewati tim yang waktu itu diasuh Vicente Del Bosque dengan brilian. Timnas Spanyol menyingkirkan tim-tim kuat, seperti Portugal (babak 16 besar), Paraguay (perempatfinal), dan Jerman (semifinal), sebelum ke final.
Sementara itu, Belanda juga tampil apik di Piala Dunia 2010. Belanda mengalahkan Slovakia (babak 16 besar), Brasil (perempatfinal), dan Uruguay (semifinal), untuk menghadapi Timnas Spanyol. Final berjalan ketat karena skuad Timnas Spanyol dan Belanda dipenuhi pemain bintang.
Tidak ada gol yang tercipta dalam waktu normal di pertandingan yang berlangsung di Soccer City Stadium, pada 11 Juli 2010 tersebut. Alhasil, pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Iniesta menjadi pembeda untuk Timnas Spanyol berkat golnya pada menit ke-116. Gol itu sangat spesial untuk Iniesta, karena dipersembahkan untuk mendiang kapten Espanyol, Dani Jarque.
Gol itu juga yang mengatarkan Timnas Spanyol meraih trofi Piala Dunia 2010. Timnas Spanyol pun mengikuti jejak Prancis, yang mampu mengawinkan trofi Piala Dunia dengan Piala Eropa. Selang dua tahun kemudian, Timnas Spanyol bahkan mempertahankan trofi Piala Eropa. Iniesta adalah bagian penting Timnas Spanyol untuk meraih dua trofi Piala Eropa dan satu Piala Dunia. Alhasil, namanya tercatat dengan tinta emas di buku sejarah Spanyol.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.