LONDON – Mantan pemain Arsenal, Jens Lehmann, menyebut penunjukan Unai Emery sebagai Pelatih The Gunners —julukan Arsenal— sebagai suatu kesalahan. Sebab, Emery tidak mampu membangkitkan Arsenal dari keterpurukan.
Pada Mei 2018, Emery ditunjuk sebagai pelatih Arsenal menggantikan Arsene Wenger, yang telah mengabdi di Emirates Stadium selama 22 tahun (1996-2018). Akan tetapi, Emery didepak Arsenal selang 18 bulan kemudian.

Pemecatan itu berdasarkan performa buruk Arsenal pada musim 2019-2020. Sebelum pemecatan terjadi, Arsenal asuhan Emery bahkan kalah tujuh kali beruntun. Catatan itu merupakan rekor terburuk bagi Arsenal sejak 1992.
"Saya ada di sana sebagai asisten pelatih dua tahun lalu, tetapi Arsene telah pergi dan mereka telah mengubah seluruh tim manajerial, dan saya pikir mereka membuat kesalahan dengan memilih orang yang salah," kata Lehmann mengutip dari Mirror, Kamis (11/6/2020).
Baca juga: Hubungan Baik dengan Ayah, Cara Arsenal Ikat Aubameyang
Lehmann menyatakan juru taktik berpaspor Spanyol itu telah menyia-nyiakan kesempatan emas di Arsenal. Bahasa diprediksi Lehmann jadi masalah utama Emery di Arsenal. Emery tidak lancar berbahasa Inggris, sehingga menyulitkannya berkomunikasi dengan para pemain Arsenal. Alhasil, ide Emery tidak mampu diterjemahkan para pemain Arsenal ke dalam pertandingan."Saya pikir itu adalah hadiah besar baginya terpilih sebagai pelatih Arsenal, karena ia tidak cukup bagus, karena ia memiliki masalah bahasa. Ia mungkin memiliki ide bagus dalam bahasa Spanyol, tetapi idenya tidak pernah tersalurkan dengan baik dalam sepakbola Inggris," tutur Lehmann.
Arsenal yang kini dilatih Mikel Arteta, akan melakoni partai besar saat Liga Inggris 2019-2020 bergulir kembali pekan depan. The Gunners akan melawat ke kandang Manchester City, Etihad Stadium, Kamis 18 Juni 2020, dini hari WIB. Arsenal butuh kemenangan atas Man City, demi mewujudkan targetnya finis di posisi empat besar.
(Ramdani Bur)