“Transisi memasuki tim, lingkungan, dan pemain yang berbeda mudah bagi saya. Sebab ketika pertama kali saya mulai bermain di Arsenal, kami punya pemain-pemain inti seperti (Martin) Keown, (David) Seaman, (Patrick) Vieira, (Thierry) Henry, (Tony) Adams,” jelas Cole, seperti dikutip dari BBC Sport, Selasa (26/5/2020).
“Ketika mereka mulai pergi, saya merasa ada lubang besar pada budaya yang membawa kesuksesan itu. Saya merasa Arsenal mulai gugur, atau paling tidak ada ruang kosong yang tak bisa dipulihkan. Jadi transisi soal bagaimana diri saya menyesuaikan diri dengan kultur berbeda serta hasrat untuk terus menang, saya pergi ke Chelsea dan mampu melakukan itu,” lanjutnya.
“Saya mungkin sedikit terlalu keras kepala pada saat itu dan saya merasa diperlakukan dengan buruk. Sejujurnya saya sedikit kekanak-kanakan, tapi saya tidak akan menyesali itu dan tidak akan mengubah situasi itu,” tutup pria yang kini berusia 39 tahun itu.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.