LONDON – Ashley Cole akhirnya mengungkapkan apa yang menjadi alasan utama di balik keputusannya mengkhianati Arsenal. Cole menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Arsenal demi gabung dengan Chelsea bukanlah didasari faktor ekonomi.
Sebagaimana diketahui, Cole memang menjelma sebagai salah satu pemain terbaik di dunia kala berseragam Arsenal. Bahkan bersama Arsenal, Cole berhasil meraih dua gelar Liga Inggris serta tiga gelar Piala FA.

Cole pun menjadi salah satu pemain kesayangan para penggemar Arsenal. Namun segalanya berubah pada musim panas 2006, Cole memutuskan untuk menerima tawaran bergabung dengan Chelsea. Sejak saat itu, para penggemar Arsenal menyebutnya sebagai pengkhianat mata duitan.
Baca Juga: Jawaban Van Persie saat Ditanya Siapa yang Lebih Hebat Antara Ferguson atau Wenger
Setelah beberapa tahun bungkam, Cole pun buka suara soal apa yang menjadi alasan utama ia meninggalkan Arsenal. Cole menegaskan bahwa uang bukan penyebab utama di balik keputusannya itu. Cole mengaku sudah hilang keyakinan bahwa Arsenal bakal terus menjadi tim papan atas di Liga Inggris.
“Transisi memasuki tim, lingkungan, dan pemain yang berbeda mudah bagi saya. Sebab ketika pertama kali saya mulai bermain di Arsenal, kami punya pemain-pemain inti seperti (Martin) Keown, (David) Seaman, (Patrick) Vieira, (Thierry) Henry, (Tony) Adams,” jelas Cole, seperti dikutip dari BBC Sport, Selasa (26/5/2020).
“Ketika mereka mulai pergi, saya merasa ada lubang besar pada budaya yang membawa kesuksesan itu. Saya merasa Arsenal mulai gugur, atau paling tidak ada ruang kosong yang tak bisa dipulihkan. Jadi transisi soal bagaimana diri saya menyesuaikan diri dengan kultur berbeda serta hasrat untuk terus menang, saya pergi ke Chelsea dan mampu melakukan itu,” lanjutnya.
“Saya mungkin sedikit terlalu keras kepala pada saat itu dan saya merasa diperlakukan dengan buruk. Sejujurnya saya sedikit kekanak-kanakan, tapi saya tidak akan menyesali itu dan tidak akan mengubah situasi itu,” tutup pria yang kini berusia 39 tahun itu.
(Ramdani Bur)