ROMA – Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, telah memberi lampu hijau untuk memulai kembali kompetisi sepakbola Liga Italia 2019-2020. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya izin bagi klub-klub peserta untuk menggelar sesi latihan kembali.
Meski saat ini latihan dilakukan terpisah, namun rencananya pada 18 Mei 2020 para pemain sudah diizinkan untuk berlatih secara berkelompok. Pihak-pihak terkait, seperti penyelenggara Liga Italia, perwakilan klub, dan FIGC pun akan merumuskan kapan waktu terbaik untuk melanjutkan kompetisi.
Baca juga: Chiellini dan Balotelli Berdamai Setelah Sempat Berseteru

Kendati demikian, bukan berarti Liga Italia telah terbebas dari ancaman Virus Corona (Covid-19). Kementerian Kesehatan Italia pasalnya membuat protokol yang sangat ketat. Mereka sejatinya tak masalah jika kompetisi dilanjutkan. Akan tetapi, jika nanti setelah dilanjutkan dan terdapat pemain atau staf yang terinfeksi Covid-19, maka mereka akan menghentikan liga.
“Tanpa ragu, jika ada yang dites positif untuk Covid-19 dalam sebuah klub, semuanya berhenti. Karantina menjadi otomatis dilakukan dan seluruh musim berhenti. Jika Anda tidak berhenti, virus akan menghentikan Anda sebagai gantinya. Sepakbola yang penuh kasih berarti merawat orang-orang yang bekerja di dalamnya,” jelas Wakil Menteri Kesehatan Italia, Sandra Zampa, mengutip dari Football Italia, Rabu (13/5/2020).
"Satu-satunya alasan kita berbicara tentang melanjutkan Serie A sama sekali adalah karena dampak ekonomi. Serie B? Keputusan ada di tangan Menteri Olahraga, Vincenzo Spadafora. Dari apa yang saya tahu, dia telah mengambil satu minggu lagi untuk mengevaluasi tidak hanya Serie B, tetapi juga olahraga tim lainnya,” sambung Zampa.
Jika pada akhirnya kompetisi Liga Italia 2019-2020 dilanjutkan, maka kemungkinan besar pertandingan akan digelar secara tertutup (tanpa penonton). Pasalnya, membiarkan pertandingan terbuka untuk umum akan membuat penyebaran Covid-19 kembali masif.
(Ramdani Bur)