Tak Punya Ongkos, Gelandang Persib Ini Jalan Kaki dari Bandung ke Jatinangor

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 49 2199664 tak-punya-ongkos-gelandang-persib-ini-jalan-kaki-dari-bandung-ke-jatinangor-OMSs3Dm8Ig.jpg Dedi Kusnandar saat berlatih bersama Persib. (Foto: Persib.co.id/M.Jatnika Sadili)

BANDUNG - Perjuangan keras dilakukan gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, untuk menjadi pesepakbola profesional. Saat diwawancara media Persib hari ini, gelandang 28 tahun itu mengaku pernah jalan kaki dari Bandung ke rumahnya yang berada di Jatinangor, Sumedang, karena tidak memiliki ongkos.

Kala itu, Dado –sapaan akrab Dedi– berangkat pagi dari rumahnya di Jatinangor untuk berlatih di Sekolah Sepakbola (SSB) Uni yang berada di Kota Bandung. Hanya saja setelah berlatih, Dado baru sadar kalau ia tak punya ongkos untuk naik angkutan umum guna pulang ke rumah.

Dedi Kusnandar

(Dedi Kusnandar saat membela Persib di laga kontra Arema FC. Foto: Persib.co.id)

Alhasil, Dado yang saat itu baru berusia 11 tahun (2002) membulatkan tekad untuk pulang dengan berjalan kaki sejauh 22 kilometer! Setelah jalan kaki sejauh 22 kilometer, Dado pun tak kapok dan semakin berambisi mengikuti jejak para seniornya menjadi pemain Persib atau paling tidak berprofesi sebagai pesepakbola profesional.

“Awalnya, saat usia 11 tahun momen yang tak terlupakan. Jalan kaki dari Bandung ke Jatinangor karena tidak ada ongkos harus jalan kaki, sampai rumah sore hari," kata Dado mengutip dari laman resmi Persib, Rabu (15/4/2020).

BACA JUGA: Wander Luiz Kembali Jalani Tes Virus Corona, Ini Harapan Pelatih Persib

Kerja keras yang ditunjukkan Dado akhirnya membuahkan hasil. Ia dipercaya masuk tim junior Persib dan beberapa kali menjadi ballboy di laga kandang Maung Bandung –julukan Persib– di Liga Indonesia.

Hanya saja, Persib bukanlah klub profesional pertama yang dibela Dado. Ia lebih dulu membela Pelita Jaya karena sebelumnya sempat mengantarkan Pelita Jaya U-21 juara Liga Super Indonesia U-21 pada 2008-2009. Saat itu, Dado yang beroperasi sebagai gelandang pengatur ritme permainan dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.

Setelah empat tahun (2008-2012) membela Pelita Jaya, Dado berseragama Arema Cronus (2012-2013), Persebaya Surabaya (2013-2014), Persib Bandung (2014-2015), Sabah FA (2016) dan kembali ke Maung Bandung hingga kini. Di level Tim Nasional, Dado sempat membantu Timnas Indonesia U-23 merebut medali perak SEA Games 2013, plus mengecap tiga penampilan bersama timnas senior.

"Awalnya berat, tapi dinikmati saja. Mimpi dan harapan membuat saya tetap berusaha keras. Semoga mimpi bawa Persib juara dapat saya wujudkan," kata Dado yang sejauh ini belum mampu membawa Persib jawara Liga Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini