nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tammy Abraham Kecewa Cavani Gagal Gabung ke Chelsea

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 00:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 03 51 2162786 tammy-abraham-kecewa-cavani-gagal-gabung-ke-chelsea-cnkBqAk1Ps.jpg Pemain Chelsea, Tammy Abraham. (Foto: Twitter Chelsea)

LONDON – Striker andalan Chelsea, Tammy Abraham, mengaku sedikit kecewa Edinson Cavani gagal pindah ke Stamford Bridge di bursa transfer musim dingin 2020 kemarin. Padahal Abraham sudah sangat menantikan kehadiran sosok Cavani di skuad berjuluk The Blues tersebut.

Abraham ingin setim dengan Cavani karena ia mau belajar banyak dari penyerang berpengalaman seperti pemain asal Uruguay tersebut. Menurut Abraham, ia memerlukan sosok yang bisa dicontoh di Chelsea dan Cavani dirasanya adalah orang yang sangat cocok.

Baca Juga: Giroud Kecewa dengan Sikap Inter Milan, Begini Pembelaan Marotta

Akan tetapi, apa daya ternyata skuad asuhan Frank Lampard itu gagal mendapatkan tanda tangan pemain Paris Saint-Germain (PSG) tersebut. Bahkan, tak ada satu pun pemain yang nyatanya berhasil bergabung dengan Chelsea hingga jendela transfer Januari 2020 ditutup. Hal itulah yang membuat Abraham sedikit kecewa.

“Para pemain yang sering kami bicarakan adalah Cavani dan beberapa striker top lainnya yang dalam beberapa tahun terakhir selalu dikaitkan dengan tim ini. Tentu akan sangat baik jika dia (Cavani) jadi datang. Dia bisa menjadi seseorang yang bisa saya pelajari dan curi pengalamannya untuk membantu saya,” ungkap Abraham, seperti dikutip dari Football London, Selasa (4/2/2020).

Meski kecewa, namun Abraham tidak terlalu merasa terpukul. Ia justru semakin ingin tampil lebih baik lagi di Chelsea karena dirinya adalah satu-satunya harapan untuk tim tersebut untuk mencetak gol.

“Hal itu (Cavani gabung Chelsea) memang tidak terjadi, namun bagi saya hal itu sedikit membuat saya merasa terdorong untuk semakin ingin menjadi yang terbaik di posisi saya bermain tersebut,” tutup pemain yang berusia 22 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini