nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Bisa Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, Menpora: Suporter Harus Diedukasi

Bagas Abdiel, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 30 51 2123772 indonesia-bisa-gagal-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2021-menpora-suporter-harus-diedukasi-aNpUcL5hhA.jpg Zainudin Amali saat diwawancara eksklusif oleh iNews TV. (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menanggapi kerusuhan suporter di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Selasa 23 Oktober 2019. Zainudin pun menyayangkan kerusuhan yang terjadi karena ini adalah permasalahan yang berulang-berulang.

Kerusuhan terjadi setelah para pendukung Persebaya Surabaya yakni Bonek merasa kecewa dengan kekalahan timnya 2-3 dari PSS Sleman. Kerusuhan pun tak terhindarkan yang menyebabkan berbagai kerusakan di Stadion GBT. Apalagi seperti diketahui GBT akan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan untuk Piala Dunia U-20 2021.

Rusuh Persebaya vs PSS

Zainudin merasa hal ini seharusnya tidak terjadi. Menurutnya para suporter belum bisa menerima kekalahan yang selama ini menjadi pekerjaan besar bagi dunia olahraga khususnya sepakbola. Ia pun berharap situasi ini tidak terulang terus-menerus karena pada dua tahun mendatang Indonesia dipercaya Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) untuk menjadi tuan rumah ajang sepakbola paling bergengsi di level U-20.

"Tentu, saya dan teman-teman di Kementerian Olahraga akan berkoordinasi dengan para stakeholder yang mengurus sepakbola kita. Sebab, olahraga yang satu ini merupakan harapan dan kebanggaan dari bangsa kita sehingga kita tidak bisa sembarangan memutuskan atau melakukan langkah-langkah yang tidak tepat,” jelas Zainudin di Kantor Menpora dalam wawancara eksklusif bersama INews TV, Rabu (20/10/2019).

BACA JUGA: 5 Fakta Kekalahan Persebaya dari PSS, Nomor 1 Pelatih hingga Mundur

“Apalagi kita nanti 2021 kita menjadi tuan rumah U-20 maka kita harus benar-benar mempersiapkan itu ,sehingga kepercayaan dunia atau khususnya FIFA kepada Indonesia menjadi tuan rumah U-20 2021. Kita harus yakinkan FIFA bahwa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik," lanjut Zainudin.

"Kita harus berbicara dengan berbagai pihak semua stakeholder. Saya dan teman-teman Kemenpora akan merencanakan diskusi, ngobrol dengan para stakeholder, baik dengan pengurus PSSI, klub kemudian wasit bahkan juga dengan kelompok-kelompok suporter. Kita di sisi suporter belum seperti apa yang kita harapkan, bagaimana kalau kita menonton liga-liga di Eropa begitu tertibnya walaupun dengan jersey berbeda kemudian duduk bersebelahan, lalu bersorak dan bertepuk kalau timnya membuat gol tetapi tidak rusuh seperti kita," lanjut politisi partai Golkar tersebut.

Zainudin Amali

Untuk kembali meminimalisir kerusuhan suporter di Indonesia, Zainudin berharap seluruh insan sepakbola bisa mengedukasi para penonton dengan selalu menerima apa pun hasil yang diterima timnya di setiap laga. Ia meminta seluruh suporter bisa menjunjung sportivitas agar terciptanya kedamaian sepakbola di Tanah Air.

"Saya kira ini menjadi pekerjaan besar bagi kita, khususnya insan sepakbola untuk mengedukasi terus-menerus masyarakat kita bahwa kalah menang itu sesuatu yang biasa saja dalam setiap pertandingan dan kompetisi. Tetapi dari sisi itu, masyarakat kita belum bisa menerima kalau timnya kalah. Apa yang kita saksikan terakhir di Surabaya, kekalahan persebaya menyebabkan penonton atau para pendukung marah. Nah kemarahan ini dilampiaskan ke berbagai pihak. Ini harus ada edukasi secara terus-menerus dari kita semua supaya terbangun sportivitas baik menang atau kalah kita harus menerima," tukasnya

Akibat insiden di Surabaya, bukan tak mungkin FIFA mencabut Indonesia dari status tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Karena itu, penting bagi suporter atau pencinta sepakbola Tanah Air untuk sama-sama membangun sepakbola nasional, bukan malah merusaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini