Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Roberto Carlos Ungkap Sisi Gelap Los Galacticos

Hendry Kurniawan , Jurnalis-Sabtu, 12 Oktober 2019 |06:35 WIB
Roberto Carlos Ungkap Sisi Gelap <i>Los Galacticos</i>
Real Madrid saat era Los Galacticos jilid 1 (Foto: AFP)
A
A
A

MADRID – Pada medio 2000-an awal, Real Madrid mengumpulkan banyak pemain terbaik dunia, dari mulai Roberto Carlos, Ronaldo Nazario, Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham. Era itu pun membuat Madrid dikenal dengan sebutan Los Galacticos. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa kondisi Madrid kala itu memiliki sejumlah sisi gelap.

Dalam sebuah wawancara, Roberto Carlos mengungkapkan bahwa pada saat itu para pemain bintang Madrid mengendalikan ruang ganti. Dalam artian, pelatih tak memiliki wewenang untuk mengatur gaya hidup maupun kesukaan pemain. Bahkan, pelatih bisa dipecat dari Madrid kala itu jika menentang pemain.

Baca juga: Wenger: Hazard Takkan Bisa Gantikan Ronaldo di Madrid

Real Madrid era Los Galacticos

Pada saat itu, para pemain Madrid terbiasa minum anggur dan bir di hari-hari menjelang pertandingan. Kebiasaan tersebut nyatanya tak disenangi oleh Vanderlei Luxemburgo yang menjadi pelatih Madrid kala itu. Dengan tegas Luxemburgo meminta kepada para pemain untuk tidak minum-minum, apalagi menjelang pertandingan.

Carlos beserta para pemain Madrid lainnya telah mengingatkan Luxemburgo untuk tidak mencampuri hal tersebut. Akan tetapi, sang pelatih tetap bersikeras. Hasilnya, Luxemburgo hanya menangani Madrid selama tiga bulan. Ia dipecat lantaran tak bisa bergaul dengan para pemain.

“Saya ingat percakapan di antara dia, Ronaldo dan saya, ketika kami memberi tahu dia, ‘Tuan, orang-orang di sini terbiasa dengan hal-hal semacam ini, cobalah untuk tidak mengubahnya. Jangan mengambil anggur atau bir dari kami, karena itu akan membuat Anda dalam masalah.’ Dia mengabaikan kami dan dia melarang anggur atau bir dari meja makan. Dia hanya bertahan selama tiga bulan,” ungkap Carlos, melansir dari Live Soccer TV, Sabtu (12/10/2019).

Real Madrid era Los Galacticos

"Ketika pertandingan berakhir, itu semua adalah jet pribadi. Kami bertemu satu sama lain di terminal pribadi di Bandara Barajas. Anda melihat Beckham pergi ke suatu tempat, Figo dan Zidane pergi ke tempat lain, Ronaldo dan saya sendiri naik pesawat lain, dan kami harus berkumpul kembali dalam dua hari! Saya berdoa agar pertandingan digelar hari Sabtu, supaya saya bisa pergi dan menonton balapan Formula One. Itu gila!” lanjutnya.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement