Pihaknya juga mengaku sengaja merilis jersey baru pada bulan Agustus, usai mengakhiri kerjasama dengan apparel asal Spanyol Munich X. Momen ulang tahun dan laga Derby Jawa Timur yang begitu klasik dirasa menjadi saat tepat.
"Momen merayakan ulang tahun Arema ke-32. Terlebih dengan laga derby Jawa Timur klasik, harapannya memberikan semangat baru dan inspirasi baru tadi. Filosofinya kerja keras tadi," ungkapnya.
Sementara itu manajer store Arema FC Tjiptadi Purnomo mengungkapkan jersey ini menjadi pendongkrak pemasukan klub pada merchandise resmi klub. Hal ini penting mengingat sebelumnya, Arema dibuat kecewa salah satu apparel yang tak bisa menyediakan jersey original di toko resmi klub.

"Jersey baru ini dari apparel milik kita sendiri. Tentu ini menambah pemasukan buat tim. Inilah industri sepakbola, perlu kerja keras meski waktunya mepet," tuturnya.
Baca Juga: Lawan Persebaya, Milo Minta Skuad Arema FC Fokus 90 Menit
Sebagai informasi Singo Edan sebelumnya bekerjasama dengan apparel asal Spanyol Munich X pada awal musim 2019. Namun seiringnya waktu pihak sponsor tak dapat memenuhi kebutuhan jersey yang diinginkan Arema sehingga memicu kekecewaan dan pemutusan kontrak.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.