nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Aturan FFP, UEFA Dinilai Terlalu Lunak kepada PSG

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 10:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 51 2083783 soal-aturan-ffp-uefa-dinilai-terlalu-lunak-kepada-psg-fycKiyqdq0.jpg Mbappe dan Neymar pembelian termahal PSG. (Foto: REUTERS)

PARIS – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mendapat sindiran dari salah satu media ternama asal Amerika Serikat, New York Times. Mereka menilai UEFA terlalu lunak dengan tidak menyelidiki indikasi pelanggaran aturan Financial Fair play (FFP) yang dibuat Paris Saint-Germain (PSG).

Semenjak dikuasai taipan asal Qatar yakni Nasser Al Khelaifi pada 2011, Les Parisiens –julukan PSG– kerap jorjoran di pasar transfer. Puncaknya tercipta pada musim panas 2017 ketika mereka mendatangkan dua pesepakbola top dunia, Neymar Jr dan Kylian Mbappe.

Neymar dan Mbappe

Untuk mendaratkan dua pesepakbola itu, manajemen PSG mengeluarkan 400 juta euro atau sekira Rp6,42 triliun! Hanya saja hingga sekarang, UEFA tak kunjung melakukan penyelidikan kepada PSG. Bisa dibilang, UEFA melakukan perbedaan perlakuan kepada PSG.

BACA JUGA: Pengganti Cristiano Ronaldo Sesungguhnya di Madrid Baru Tiba Musim Panas 2020

Di saat klub seperti AC Milan dilarang tampil satu musim di kompetisi Eropa karena melanggar aturan FFP, PSG justru masih adem ayem. Padahal, setelah mendatangkan Neymar dan Mbappe, keuangan PSG bisa dibilang biasa-biasa saja.

Tak ada penjualan fantastis yang dilakukan manajemen PSG setelah 2017. Selain itu, prestasi PSG di Liga Champions (ajang untuk meraih uang sebanyak-banyaknya) pun tak bisa dibilang mentereng, yang mana dalam dua musim terakhir mereka tersingkir di babak 16 besar.

Neymar dan Mbappe

Meski begitu, PSG memiliki kesempatan untuk menyeimbangkan keuangan mereka dan menjauhi penyelidikan dari UEFA. Sebab, manajemen PSG sudah siap melepas sang megabintang, Neymar Jr, pada bursa transfer kali ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini