ROMA – Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, kembali memberi sinyal terkait masa depannya. Pria berusia 60 tahun itu mengatakan, panggilan untuk pulang dari Italia sangat kuat dan dirinya merasa ada sesuatu yang hilang selama satu tahun menetap di Inggris.
Maurizio Sarri dalam beberapa pekan terakhir santer dikabarkan akan mudik ke Italia guna menangani Juventus. Pria kelahiran Naples itu juga sudah bertemu dengan Direktur Olahraga Chelsea, Marina Granovskaia, usai mengantar Si Biru juara Liga Eropa 2018-2019 pekan lalu.

(Baca juga: Thuram Sebut Pelatih Juventus Berikutnya Bukan Guardiola)
Sang pelatih diyakini sudah menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Italia dalam pertemuan pribadi tersebut. Apalagi, Maurizio Sarri kini kembali menyatakan rindu dengan tanah kelahirannya sekaligus merasa ada yang hilang selama berkarier di Inggris.
“Bagi kami orang Italia, panggilan untuk pulang selalu terasa kuat. Saya merasa ada yang hilang. Saya menjalani satu tahun yang berat dan mulai merasa ada beban tersendiri tinggal jauh dari teman-teman,” ujar Maurizio Sarri, mengutip dari BBC, Rabu (5/6/2019).
“Akan tetapi, di usia saya sekarang, saya hanya membuat keputusan secara profesional. Saya tidak akan mungkin bekerja selama 20 tahun lagi. Menjadi pelatih butuh kerja keras,” imbuh mantan peracik strategi Napoli tersebut.

Pernyataan Maurizio Sarri jelas kian menguatkan sinyal bahwa dirinya adalah suksesor Massimiliano Allegri di Juventus pada musim 2019-2020. Apalagi, Presiden Juventus Andrea Agnelli sudah bertemu dengan Maurizio Sarri di Azerbaijan, meski dalam kapasitas sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA).
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.