Saat itu peserta semifinal Liga Champions adalah Porto, Deportivo La Coruna, AS Monaco dan Chelsea. Porto bertemu Deportivo La Coruna dan Monaco ditantang Chelsea. Secara materi pemain, Chelsea dan Deportivo saat itu lebih diunggulkan untuk bertemu di partai puncak.
Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu. Chelsea dikalahkan Monaco dengan agregat 3-5. Sementara itu, Dragoes –julukan Porto– menyingkirkan Deportivo lewat agregat 1-0. Pada akhirnya, Porto racikan Jose Mourinho keluar sebagai kampiun setelah di final menundukkan Monaco 3-0!

(Mourinho pelatih yang bawa Porto juara Liga Champions 2003-2004)
Karena itu, kejadian di Liga Champions 2003-2004 bukan tak mungkin terjadi musim ini. Apalagi, Tottenham dan Ajax memiliki kapasitas untuk menumbangkan klub-klub kuat Eropa.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.