nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagal Segel Scudetto, Allegri: Menangi Liga Italia Tidak Mudah

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 02:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 14 47 2043293 gagal-segel-scudetto-allegri-menangi-liga-italia-tidak-mudah-VleIOj6ZOB.jpg Juventus gagal menang saat berhadapan dengan SPAL (Foto: Media Juventus)

FERRARA – Juventus gagal menyegel gelar juara Liga Italia (scudetto) 2018-2019 setelah tim berjuluk Bianconeri itu tumbang dengan skor 1-2 di markas SPAL. Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengungkapkan kalau memenangi Liga Italia sejatinya bukanlah hal yang mudah.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Paolo Mazza tersebut, Juventus sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa menyegel gelar juara Liga Italia musim ini. Pasalnya, tambahan satu poin akan mengamankan posisi mereka dari kejaran Napoli yang saat ini menduduki posisi kedua. Akan tetapi, harus disayangkan karena Juve nyatanya gagal menang meski mereka sempat unggul lebih dahulu melalui gol Moise Kean.

(Baca juga: Siapa yang Dapat Icardi, Juventus atau Atletico Madrid?)

Moise Kean

Pada pertandingan tersebut, Juve bisa dibilang memang menurunkan pemain lapis keduanya. Allegri terlihat menyimpan para pemain bintangnya untuk persiapan jelang laga leg kedua perempatfinal Liga Champions kontra Ajax Amsterdam tengah pekan depan.

“(Hasil) ini tidak mengubah apa pun. Kami pergi ke Amsterdam pada hari Rabu, kembali pada hari Kamis dan berangkat ke Ferrara pada hari Jumat. Kami tentu saja lebih baik dengan para pemain ini daripada pemain lain yang kami miliki," ujar Allegri, menyadur dari Forza Italian Football, Minggu (14/4/2019).

Max Allegri

“Kami akan melihat apa yang terjadi besok (laga Chievo vs Napoli). Saya mendengar bahwa Liga Italia mudah untuk dimenangkan. Itu untuk mereka yang menang, tetapi bagi mereka yang tidak, itu sangat sulit. Dibandingkan dengan yang lain, Juventus memiliki kekuatan untuk bersaing, namun menang tidaklah mudah, itu sangat sulit. Jadi untuk melakukannya selama tujuh tahun beruntun harus dihormati. Mendapatkan 84 poin dalam 33 pertandingan tidaklah mudah," jelasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini