2. Pengalaman Buruk di Masa-Masa Terakhirnya

Nama Mourinho sebagai pelatih mulai melejit kala mengantarkan FC Porto menjuarai Piala UEFA 2002-2003 (sekarang Piala Eropa) dan Liga Champions satu musim berikutnya dengan tim yang sama. Setelah itu, Mourinho pun hijrah ke Chelsea dan mengukirkan berbagai prestasi. Bisa dibilang mendatangkan Mourinho adalah jaminan bagi sebuah tim untuk memenangkan kejuaraan. Tak ayal, julukan The Special One pun disematkan kepadanya.
Kendati demikian, catatan emas Mourinho tersebut harus sirna dalam beberapa waktu belakangan. Mourinho kini justru lebih dikenal dengan sosok yang bakal dipecat pada musim ketiganya menangani sebuah tim. Kasus yang melatarbelakangi hal itu pun tak jauh berbeda, selain karena dianggap gagal membawa tim berprestasi, Mourinho juga kerap dikabarkan berseteru dengan para pemainnya. Hal itulah yang membuat banyak pihak menilai Mourinho lebih baik menjadi pandit saja ketimbang melatih.