MASA depan pelatih Real Madrid, Santiago Solari, kini di ambang pemecatan. Ia diyakini bakal segera didepak dari kursi pelatihan Madrid lantaran hasil buruk diraih Sergio Ramos dan kawan-kawan dalam beberapa pekan terakhir. Nama Jose Mourinho pun muncul sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti Solari.
Baru-baru ini, Madrid bahkan harus menghentikan langkahnya di dua kompetisi langsung, yakni Copa del Rey dan Liga Champions. Hal ini terjadi dalam waktu sepekan saja. Kepastian Madrid tersingkir dari Copa del Rey terjadi setelah kalah dari Barcelona di laga leg II babak semifinal yang digelar di Santiago Bernabeu pada 28 Februari 2019. Kekalahan 0-3 pada laga itu membuat Madrid tersingkir dengan agregat gol 1-4.
Berselang beberapa hari kemudian, tim berjuluk Los Blancos itu kembali harus menelan pil pahit. Langkah mereka dipastikan terhenti di ajang Liga Champions 2018-2019 setelah takluk 1-4 dari Ajax Amsterdam di laga leg II babak 16 besar yang digelar pada Rabu 6 Maret 2019.
Dengan sederet hasil minor ini, tentu saja Madrid tak punya alasan lagi untuk mempertahankan Solari. Nama beberapa pelatih pun terus dikait-kaitkan dengan tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu. Tetapi, Mourinho jadi yang paling santer dikabarkan. Mourinho sendiri memiliki peluang besar untuk kembali melatih Madrid karena dirinya kini masih menganggur setelah didepak dari Manchester United.
Tetapi, rumor ini tak melulu mendapat respons yang positif. Berbagai pihak berharap Mourinho tak kembali ke sana. Tentu saja, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penilaian ini. Kali ini, Okezone pun akan membahas alasan tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Senin (11/3/2019), berikut lima alasan Mourinho tak layak tangani Madrid.
5. Hubungan Kurang Baik Mourinho dengan Pemain Real Madrid
Alasan pertama yang membuat Mourinho dinilai tak layak kembali tangani Madrid adalah hubungan kurang baik dengan para pemain. Selama ini, para pemain Madrid diketahui merasa kurang nyaman dengan sikap Mourinho yang dinilai gila hormat. Atas dasar ini, Mourinho pun diyakini tidak akan mampu memberi perubahan besar atas hasil tim.

Selama melatih Madrid pada 2010 hingga 2013, perbincangan terkait masalah yang dialami Mourinho dan para pemainnya terus berembus kencang. Beberapa pemain kunci Madrid, seperti Sergio Ramos, Iker Casillas, hingga Cristiano Ronaldo, tercatat pernah terlibat masalah dengan pelatih berpaspor Portugal itu.
Sikapnya yang otoriter serta sangat menginginkan rasa hormat yang tinggi dari para pemain jadi penyebab utama atas masalah ini. Dengan kondisi ini, kedatangan Mourinho dinilai malah bakal semakin memperkeruh kondisi di Madrid. Krisis di Los Blancos dipercaya justru bakal semakin berlanjut. Sebab, hubungan antara pemain dan manajer dalam sepakbola memainkan peran sangat penting.
4. Taktik Negatif Mourinho
Selain hubungan yang kurang harmonis, ada faktor lain yang dapat menghalangi kedatangan Mourinho ke Madrid. Taktik bermain yang diterapkan mantan pelatih Man United itu dinilai kurang cocok dengan Madrid.

Madrid selama ini dinilai sebagai klub sepakbola yang memiliki gaya penuh atraktif dalam memenangkan pertandingan. Hal seperti ini bahkan dapat terlihat di hampir setiap pertandingan yang dilakoni. Karena itu, penampilan para penggawa Madrid selalu dinantikan para pencinta sepakbola dunia.
Tetapi, di tangan Mourinho, kondisi seperti ini diragukan bakal tercipta. Sebab, Mourinho dinilai sebagai manajer pragmatis yang menghargai soliditas defensif di atas segalanya. Ia tidak terlalu memedulikan hal estetika dan lebih memilih untuk mendapatkan kemenangan dengan segala cara.
3. Gaya Melatihnya yang Ketinggalan Zaman
Alasan ketiga adalah gaya melatih Mourinho yang ketinggalan zaman. Banyak pihak menilai Mourinho masih menggunakan paham lama dalam mengangani para pemainnya. Tentu saja, tak semua pemain menyambut kondisi ini dengan positif, terlebih pesepakbola yang usianya masih begitu muda.

Mourinho memang memiliki karier yang cemerlang di masa lampau di dunia kepelatihan. Ia berhasil membuat beberapa pemainnya menjadi bintang di dunia sepakbola. Tetapi, kondisi ini tentu saja tak serta-merta menjadi patokan untuk saat ini. Sebab, zaman yang telah berkembang pesat menuntun para pelatih juga mengalami perubahan dalam mengangani pemain.
Mourinho pun dinilai tak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Hal seperti ini telah terbukti kala dia menangani beberapa tim, salah satunya Man United. Karena itu, tim terus terpuruk dan tak bisa meraih hasil manis. Banyak pihak pun memprediksi kondisi yang sama juga bakal tercipta jika Mourinho kembali menangani Madrid.
2. Rekor Buruk Mourinho dalam Beberapa Tahun Terakhir
Dari sederet alasan sebelumnya, alasan kali ini jadi yang paling penting. Tren negatif Mourinho saat menangani tim dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi faktor krusial yang membuatnya tak boleh lagi melatih Madrid.

Karier yang cemerlang memang berhasil ditorehkan Mourinho di masa lalu. Ia dapat mengantarkan berbagai tim merengkuh trofi sebanyak-banyaknya di setiap musim. Tetapi, kondisinya kini sudah tak lagi sama. Kemampuan Mourinho dalam menangani tim terus menurun. Sejak 2010, ia tak bisa membantu tim yang ditanganinya meraih gelar juara di ajang Liga Champions.
Tak hanya itu, untuk gelar juara liga domestik, Mourinho juga tak memiliki catatan yang apik dalam beberapa tahun terakhir. Gelar liga terakhirnya diraih pada 2015 bersama Chelsea. Sementara di luar domestik, ia hanya bisa membawa tim meraih gelar juara di Liga Eropa. Hal itu terjadi di Man United pada 2017. Kondisi inilah yang perlu dipertimbangkan dengan baik oleh Madrid. Sebab, tujuan mereka mencari pelatih baru adalah memperbaiki performa yang buruk dan kembali merengkuh berbagai trofi.
1. Ada Opsi yang Lebih Baik
Alasan terakhir adalah masih adanya opsi yang jauh lebih baik untuk menggantikan peran Solari di Madrid. Nama Madrid kini memang tak hanya dikaitkan oleh Mourinho seorang, ada beberapa pelatih top lainnya di dunia yang juga digosipkan memiliki peluang menggantikan Solari, seperti Antonio Conte, Laurent Blanc, hingga Arsene Wenger. Ketiga pelatih itu memang santer dikaitkan dengan Madrid karena mereka dalam kondisi melatih tim mana pun saat ini.

Tetapi, di luar ketiga nama pelatih itu, ada pula kandidat lain, seperti Jurgen Klopp, Massimiliano Allegri, dan Mauricio Pochetino. Meski masih terikat kontrak dengan tim-tim top dunia, sosok mereka tetap dikaitkan dengan Madrid.
Hampir semua pelatih tersebut pun dinilai menjadi pilihan yang lebih baik untuk Madrid, daripada Mourinho. Sebab, mereka telah menjadi salah satu pelatih paling sukses di dunia selama beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, mereka juga dinilai memiliki keterampilan manajerial yang diperlukan untuk membuat Madrid berkembang.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.