Momen penyerangan itulah Guardiola melihat Liverpool melakukan pelanggaran. Meskipun tendangan Salah tersebut masih bisa dihalau, namun Guardiola merasa itu sangat berbahaya dan karena itulah ia memprotes mengapa wasit tidak memberikan pelanggaran. Pertama Guardiola mencoba protes kepada pihak ofisial yang berada di pinggir lapangan.
Akan tetapi keluhannya itu tak digubris oleh pihak ofisial tersebut. Kemudian mantan pelatih Barcelona itu mencoba berbicara langsung dengan wasit pertandingan, Taylor, namun hakim laga itu juga tak mempedulikan protesnya itu. Alhasil Guardiola pun tampak mengamuk dan memperlihatkan aksi-aksi kemarahannya. Beberapa kali ia menunjuk pihak ofisial.

Banyak yang menilai bahwa apa yang dilakukan Guardiola itu layak untuk diusir dari pinggir lapangan oleh wasit, namun Taylor memilih untuk tetap membiarkan pelatih berpaspor Spanyol itu tetap menemani Man City hingga laga berakhir.
Kemarahan Guardiola itu pun bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika di pertandingan tersebut Man City gagal meraih kemenangan dari Liverpool. Pasalnya dengan meraih kemenangan, maka peluang Man City untuk menjuarai Liga Inggris 2018-2019 kembali terbuka lebar karena jarak poin antara timnya dengan Liverpool yang berada di puncak klasemen hanya terpaut empat angka saja.
(Rivan Nasri Rachman)