nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saran Bima Sakti agar Persepakbolaan Indonesia Maju

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 26 November 2018 07:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 26 51 1982725 saran-bima-sakti-agar-persepakbolaan-indonesia-maju-mCXuhddBOf.jpg Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti (Foto: laman resmi AFF Suzuki Cup)

JAKARTA – Masa depan Bima Sakti sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia sudah di ujung tanduk. Setelah gagal membawa sang Garuda –julukan Timnas Indonesia– lolos ke semifinal Piala AFF 2018, serta masa kontraknya yang memang habis bila kompetisi itu berakhir, maka bisa dikatakan masa depan pria berusia 42 tahun itu masih belum jelas.

Kendati demikian, Bima Sakti sendiri tak mempersoalkan hal tersebut. Ia percaya bahwa jika dirinya memang berakhir menangani Timnas Indonesia, maka Bima Sakti legowo dengan keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut. Jika memang benar dipecat, Bima Sakti mengatakan ada saran yang dianggapnya mungkin saja bisa membangkitkan persepakbolaan Indonesia.

(Baca juga: Bima Sakti Ingin Akhiri Piala AFF 2018 dengan Indah)

Timnas Indonesia U-19

(Foto: Heru Haryono/Okezone)

Menurut pemaparan Bima Sakti, sepakbola Indonesia harus dibangun sejak dini. Harus ada sekolah sepakbola untuk mengajarkan para pemainnya mengerti teknik-teknik dalam olahraga tersebut. kompetisi sepakbola di usia dini pun dirasa Bima Sakti sangat diperlukan di Indonesia. Dengan adanya kompetisi, maka para pemain telah siap menghadapi ajang-ajang sepakbola di masa depannya.

“Kita tidak instan (untuk membangkitkan Timnas Indonesia). Pada 1996 saya menjalani karier di Swedia, di sana saat akhir pekan tim B, tim U-21,  U-19, dan U-16 semuanya main. Semuanya main dari semua level. Itu pada 1996. Jadi kompetisi di usia dini itu sangat penting. Karena dari sebuah kompetisi itulah terbentuk pemain-pemain bagus,” ucap Bima Sakti, di konferensi pers usai laga Timnas Indonesia vs Filipina, Senin (26/11/2018).

“Jadi siapa pun nanti ketua umumnya (PSSI) di masa depan atau beberapa tahun lagi, kompetisi sejak usia dini harus berjalan. Dari U-16, U-19, dan U-21 harus berjalan. Pernah Luis Milla (mantan pelatih Timnas Indonesia) bertanya kepada Febry Hariyadi latihannya apa saja, dia jawab hanya berlari,” tambahnya.

Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti Tukiman

(Foto: Rivan Nasri/Okezone)

Itulah yang menjadi saran Bima Sakti terhadap sepakbola Indonesia. Banyak negara yang sudah melakukan hal itu, sebut saja salah satunya adalah Jepang. Bima Sakti mengatakan bahwa Jepang para pemain U-19 sudah dilatih sejak delapan tahun sebelumnya, jadi ketika sudah mulai beranjak dewasa, para pemain tersebut sudah memiliki level yang berbeda.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini