2. Variasi Permainan
Selama dekade terakhir, Barcelona mendapatkan reputasi sebagai tim yang memiliki gaya permainan dengan mengandalkan penguasaan bola disamping kecepatan dan kekuatan. DNA itu pun semakin terkenal ketika Barcelona berada di bawah asuhan Pep Guardiola.
Akan tetapi dalam beberapa musim terakhir, permainan yang diperagakan Barcelona tersebut yang akrab didengar taka tiki, menjadi tidak efektif. Itu semakin terlihat kala Xavi dan Iniesta pergi meninggalkan klub. Kegagalan mereka di Liga Champions dalam tiga tahun terakhir menjadi bukti nyata bagi mereka.
Jika Barcelona ingin melangkah lebih jauh pada Liga Champions pada musim ini, mereka harus mencari cara untuk mengubah pola permainan mereka seperti yang dilakukan mantan pelatih mereka, Guardiola. Jika tidak, itu akan menjadi musim yang menyakitkan bagi Blaugrana.
