Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Syarat agar Barcelona Juara Liga Champions 2018-2019, Nomor 1 Paling Krusial

Bagas Abdiel , Jurnalis-Rabu, 19 September 2018 |12:40 WIB
5 Syarat agar Barcelona Juara Liga Champions 2018-2019, Nomor 1 Paling Krusial
Barcelona (Foto: Sportskeeda)
A
A
A

KLUB asal Spanyol, Barcelona, kembali menjadi nama yang difavoritkan untuk membawa pulang trofi Liga Champions pada musimi ini. Menjadi salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepakbola serta dihuni para pemain bintang, Barcelona disebut sebagai salah satu pesaing sejati untuk gelar tersebut.

Meski begitu, Blaugrana –julukan Barcelona- mengalami kesulitan dalam beberapa musim terakhir. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, mereka selalu gagal melangkah ke semifinal. Terakhir mereka tersingkir secara mengejutkan dari AS Roma di babak perempatfinal Liga Champions 2017-2018.

Terakhir kali, Barcelona memenangkan trofi adalah pada 2015. Kini mereka pun masih tetap difavoritkan untuk menjuarai trofi Liga Champions. Namun seperti apa peluangnya, kali Okezone akan membahasnya. Berikut adalah lima hal yang harus dilakukan Barcelona untuk memenangkan trofi Liga Champions musim ini.

5. Bangun Serangan dari Coutinho

Setelah spekulasi transfer berkepanjangan selama lebih dari setahun, Philippe Coutinho akhirnya mencapai keinginan masa kecilnya untuk bergabung bersama Barcelona pada Januari 2018 dari Liverpool.

Pemain berpaspor Brasil itu bahkan digadang-gadang akan menjadi pengganti Andres Iniesta di Camp Nou. Meski begitu, Coutinho tetap memiliki kemampuan unik yang bisa bermanfaat bagi Barcelona pada musim ini.

Jika Iniesta adalah pemain yang lebih tenang dan penuh perhitungan, Coutinho tidak takut dalam mengambil langkah serta menggabungkan teknik yang sangat khas dari bakat bawaannya yakni Brasil. Ia pun menawarkan gaya unik namun bebas di lini tengah Barcelona.

Dengan kecepatan, kelincahan, dan memiliki tembakan akurat, Coutinho telah menunjukkan dengan Brasil bahwa ia mampu mengangkat tim. Ia bahkan bisa menjadi bintang meski selalu di bawah sorotan Neymar. Jika ia ditempatkan dalam peran serupa oleh Ernesto Valverde, itu akan menjadi sangat penting bagi Barcelona. Ia bisa menjadi penyuplai yang baik bagi Messi untuk terus menjebol gawang lawan.

Philippe Coutinho (Foto: AFP)

4. Peran Lebih Banyak untuk Dembele

Pemain berusia 21 tahun itu sempat menjadi penandatanganan termahal Barcelona yang menyelesaikan transfer kejutannya dari Dortmund pada 2017. Kedatangannya saat itu untuk menggantikan peran Neymar Jr yang memilih hengkang dan hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG).

Akan tetapi ia sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya harus absen delama tiga bulan. Secara keseluruhan pun, Dembele memiliki dampak yang sangat terbatas pada musim lalu. Bahkan kiprahnya menjadi misteri ketika Barcelona mendatangkan Malcom dan Coutinho.

Meski begitu, Valverde tetap menaruh kepercayaan kepadanya. Hal itu pun mampu dibuktikan dengan baik, karena Dembele telah menjadi pemain paling efektif Barcelona sejauh ini. Pemain berpaspor Prancis itu bisa disebut sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di dunia.

Keahliannya menawarkan sesuatu yang unik untuk gaya permainan Barcelona. Oleh karena itu akan lebih bijaksana bagi Valverde untuk memanfaatkan Dembele secara efektif. Sebab gelar Liga Champions bagi Barcelona bisa saja bergantung padanya.

Ousmane Dembele (Foto: Reuters)

3. Cari Alternatif untuk Luis Suarez

Status Luis Suarez sebagai salah satu striker terhebat dalam sejarah pertandingan sudah lama dipastikan. Barcelona mengontraknya pada 2014 dari Liverpool di tengah kontroversi seputar kasus gigitanny kepada Giorgio Chiellini di Piala Dunia. Namun Suarez membalas kepercayaan klub dan membantunya meraih treble winner di musim pertamanya di klub.

Dengan kepergian Neymar, sebagian besar tanggung jawab mencetak gol jatuh pada Messi dan Suarez. Tetapi tanggung jawab tersebut terasa menjadi beban bagi Suarez. Dia mengalami berbagai kekeringan gol musim lalu.

Kini bukan tidak mungkin beban pundak untuk mencetak gol ada di sisi Messi. Tetapi pemain berpaspor Argentina itu bisa saja rentan dari kehilangan bentuk permainan karena beban tersebut. Jika situasi tersebut terjadi, maka Barcelona harus mencari opsi untuk mencari pencetak gol alternatif, karena Suarez mungkin bisa menjadi pilihan yang kurang efisien.

Luis Suarez (Foto: Reuters)

2. Variasi Permainan

Selama dekade terakhir, Barcelona mendapatkan reputasi sebagai tim yang memiliki gaya permainan dengan mengandalkan penguasaan bola disamping kecepatan dan kekuatan. DNA itu pun semakin terkenal ketika Barcelona berada di bawah asuhan Pep Guardiola.

Akan tetapi dalam beberapa musim terakhir, permainan yang diperagakan Barcelona tersebut yang akrab didengar taka tiki, menjadi tidak efektif. Itu semakin terlihat kala Xavi dan Iniesta pergi meninggalkan klub. Kegagalan mereka di Liga Champions dalam tiga tahun terakhir menjadi bukti nyata bagi mereka.

Jika Barcelona ingin melangkah lebih jauh pada Liga Champions pada musim ini, mereka harus mencari cara untuk mengubah pola permainan mereka seperti yang dilakukan mantan pelatih mereka, Guardiola. Jika tidak, itu akan menjadi musim yang menyakitkan bagi Blaugrana.

Ernesto Valverde (Foto: AFP)

1. Beri Kebebasan untuk Messi

Messi sudah tidak diragukan lagi sangat berarti bagi Barcelona. Pemain berpaspor Argentina itu menjadi pemain yang paling ditakuti karena ia berhasil mencetak ratusan gol. Namun dalam beberapa musim terakhir, ia harus berjuang keras untuk mendapatkan tajinya kembali.

Pemain berusia 31 tahun itu bahkan tersingkir dari nominasi penghargaan FIFA tahun ini. Padahal sejak 2007, namanya selalu menjadi kandidat peraih penghargaan pemain terbaik FIFA. Hal ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Barcelona untuk kembali menghidupkan keran gol milik Messi.

Tetapi, La Pulga –julukan Messi- tengah mencoba bangkit untuk mendapatkan kembali harga dirinya. Barcelona bisa memanfaatkannya jika Messi diberi ruang kebebasan untuk mengeluarkan performa terbaiknya.

Situasi itu terbukti kala Barcelona melakoni laga perdana di Liga Champions melawan PSV Eindhoven. Messi membuat penampilan yang spektakuler dengan meraih hattrick.

Lionel Messi (Foto: Reuters)

1. Beri Kebebasan untuk Messi

Messi sudah tidak diragukan lagi sangat berarti bagi Barcelona. Pemain berpaspor Argentina itu menjadi pemain yang paling ditakuti karena ia berhasil mencetak ratusan gol. Namun dalam beberapa musim terakhir, ia harus berjuang keras untuk mendapatkan tajinya kembali.

Pemain berusia 31 tahun itu bahkan tersingkir dari nominasi penghargaan FIFA tahun ini. Padahal sejak 2007, namanya selalu menjadi kandidat peraih penghargaan pemain terbaik FIFA. Hal ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Barcelona untuk kembali menghidupkan keran gol milik Messi.

Tetapi, La Pulga –julukan Messi- tengah mencoba bangkit untuk mendapatkan kembali harga dirinya. Barcelona bisa memanfaatkannya jika Messi diberi ruang kebebasan untuk mengeluarkan performa terbaiknya.

Situasi itu terbukti kala Barcelona melakoni laga perdana di Liga Champions melawan PSV Eindhoven. Messi membuat penampilan yang spektakuler dengan meraih hattrick.

(Bagas Abdiel)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement