6. Tampil Lebih Tenang dan Tidak Terprovokasi
Berbeda dengan laga melawan Myanmar dan Vietnam yang beberapa kali terjadi kontak fisik yang diakhiri keributan kecil. Di laga melawan Timnas Timor Leste U-16, mampu meredam emosi dan tak terprovokasi lawannya.
Hal ini cukup positif memang, melihat beberapa kali pemain Timnas Indonesia U-16 mendapatkan tackle dan benturan-benturan keras.
Pemain tengah Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah mengakui timnya sudah mengambil pelajaran dari dua laga sebelumnya dan bermain lebih tenang.
"Kita akui bermain lebih tenang di tengah dan tidak terprovokasi seperti pertandingan sebelumnya lawan Myanmar dan Vietnam," ungkap Andre.
Pelatih Fakhri Husaini mengapresiasi anak asuhnya dalam menjaga emosi dan tak mudah terprovokasi gerakan - gerakan kasar lawannya.
5. Banyak Peluang yang Dihasilkan Timnas Indonesia U-16
Serangan Timnas Indonesia U-16 ibarat air bah yang datang terus menerus di babak pertama. Tapi beberapa kali serangan datang, keberuntungan tak berpihak ke Timnas Indonesia U-16.
Di menit ke-15 misalnya, sebuah tendangan bebas Andre Oktaviansyah yang membentur mistar gawang lalu masuk tak disahkan karena wasit dan asisten wasit tak melihat secara jelas apakah bola sudah melintasi garis gawang atau belum.
Total tercatat ada tiga peluang Timnas Indonesia U-16 yang dimentahkan oleh tiang gawang di sepanjang 80 menit pertandingan. Peluang ini belum yang digagalkan oleh penjaga gawang Marcio Das Dores.
Pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo, pun mengakui timnya sedikit beruntung hanya kemasukan tiga gol di babak kedua. Banyak peluang yang dihasilkan Indonesia di babak pertama. "Kami sedikit beruntung mampu menahan imbang mereka," terangnya.