Sejatinya posisi Nainggolan pun dapat diisi oleh Kevin Strootman yang memiliki posisi serupa sehingga kepergian pemain asal Belgia itu tidak akan terlalu berasa. Selain itu, Pallotta juga menjelaskan bahwa alasannya menjual ke Inter ialah karena tim berjuluk La Beneamata itu menunjukkan ketertarikan yang besar dan melakukan penawaran yang serius.

Terlebih lagi, pelatih Inter yakni Luciano Spalletti juga memiliki kedekatan dengan Nainggolan karena pernah membesut Roma sebelumnya. Hal itu membuat Spalletti akan lebih mudah untuk memahami dan mengeluarkan seluruh potensi dari Nainggolan.
“Saya tidak tahu semua masalah tetapi Di Francesco melatihnya (Nainggolan). Saya pikir dia (Di Francesco) merasa sudah waktunya (menjual Nainggolan),” ujar Pallotta, seperti yang diwartakan Footballitalia, Jumat (27/7/2018).
“Spalletti mengenalnya dengan baik dan menyukainya. Mereka (Inter) mendatangi kami dan berbicara. Kami berdua memiliki masalah Financial Fair Play (FFP) yang harus diselesaikan. Kami juga membawa Pastore dan saya pikir itu yang kami butuhkan,” tutup Pallotta.
(Andika Pratama)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.