Mido Kesal dengan Perlakuan Kasar Ramos kepada Salah di Final Liga Champions 2017-2018

Ezha Herdanu, Jurnalis · Sabtu 02 Juni 2018 05:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 02 261 1905595 mido-kesal-dengan-perlakuan-kasar-ramos-kepada-salah-di-final-liga-champions-2017-2018-ybBFk8aIPV.jpg Sergio Ramos dan Mohamed Salah (Foto: REUTERS)

CAIRO – Sebuah insiden harus dialami oleh pemain andalan Liverpool, Mohamed Salah, ketika tampil di pertandingan final Liga Champions musim 2017-2018. Bahkan karena insiden tersebut, Salah harus menerima kenyataan tak bisa melanjutkan pertandingan.

Dalam pertandingan final Liga Champions 2017-2018 yang berlangsung di NSC Olimpiyskyi pada akhir pekan kemarin, Salah mendapatkan perlakuan kasar dari bek sekaligus kapten Real Madrid, yaitu Sergio Ramos.

Salah dan Ramos

Salah pun divonis mengalami cedera bahu yang cukup parah, sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan tersebut. Posisi Salah di tim inti Liverpool harus diganti oleh Adam Lallana tepatnya pada menit 30.

Baca Juga: Asosiasi Sepakbola Mesir Pastikan Mohamed Salah Akan Tampil di Piala Dunia 2018

Meski pertandingan final Liga Champions 2017-2018 sudah berlalu dan Madrid yang keluar sebagai pemenang, aksi Ramos ke Salah masih menuai perdebatan. Bahkan salah satu pengacara asal Mesir melayangkan tuntutan sebesar Rp16 triliun kepada Ramos lantaran mencederai Salah.

Mengetahui kondisi tersebut membuat salah satu pemain legendaris Timnas Mesir, Ahmed Mido, memberikan komentarnya. Ia pun mengaku sangat kesal dengan perlakuan kasar Ramos kepada Salah di final Liga Champions 2017-2018.

Mohamed Salah

“Saya bilang sebelumnya bahwa Sergio Ramos jelas memang memiliki niat untuk menyakiti Salah, namun apakah itu pertama kalinya Ramos bermain agresif Tidak, inilah gaya bermainnya,” ucap Mido, seperti disadur dari Eurosport, Sabtu (2/6/2018).

Baca Juga: Murphy Tak Yakin Ramos Sengaja Mencederai Salah

“Dia berniat untuk mengancam lawan dengan menjadi agresif, sehingga mereka takkan mencoba untuk melewatinya lagi. Setelah peluit akhir, saya sangat marah dengan Ramos, karena dia menyakiti pemain yang saya dukung, orang yang saya harapkan bisa memenangkan Liga Champions,” sambungnya.

“Akan tetapi sebagai pelatih, saya pastinya akan suka memiliki pemain dengan karakter dan kapabilitas seperti Ramos. Harus saya akui bahwa Ramos adalah tipikal pemain bertahan yang dibutuhkan setiap tim,” tutup mantan penyerang AS Roma tersebut.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini