Image

Kata Para Pemain Persib soal Teror Bom di Indonesia

Oris Riswan, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 19:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 16 49 1899056 kata-para-pemain-persib-soal-teror-bom-di-indonesia-YpVwH7vcAK.jpg Supardi Nasir mengutuk keras teror bom yang terjadi di Indonesia. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Persib Bandung menyesalkan adanya aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Para pemain 'Maung Bandung' pun mengucapkan bela sungkawa terhadap para korban yang berjatuhan.

Kapten Supardi Nasir mengungkap rasa prihatinnya. Tapi, ia menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

"Sangat menyayangkan kejadian ini. Prihatin dengan kejadian ini. Secara enggak langsung agama kita itu (jadi) tercela. Enggak boleh (seperti itu). Kita beragama, panutan kita tidak mengajarkan. Namanya dalam Islam, tidak ada bom bunuh diri," kata Supardi.

Tim Inafis Olah TKP Bom Gereja Kristen Indonesia Surabaya

Sementara itu, dampak dari aksi teror itu membuat pertandingan Persebaya Surabaya vs Persib Bandung terpaksa ditunda. Alasan faktor keamanan jadi pertimbangannya.

BACA JUGA: Persib Hendak ke Luar Negeri sebagai Ganti Batalnya Laga Kontra Persebaya

Sebagai pemain, ia memaklumi pengunduran jadwal tersebut. Apalagi, kondisi yang melatarbelakanginya bukan hal yang diinginkan.

"Ini kejadian yang tidak diduga dan bukan maunya mereka juga (mengundurkan jadwal). Kita juga enggak bisa maksain mereka, kasihan mereka," ungkapnya.

Bek kiri Tony Sucipto juga menyampaikan hal serupa. Tidak sepatutnya aksi peledakan bom terjadi, apalagi itu merupakan bom bunuh diri.

Pengamanan di Polrestabes Surabaya Pascaledakan Bom Bunuh Diri

"Sangat menyayangkan terjadinya bom. Kejadian sebenarnya enggak seharusnya terjadi. Enggak ada ajaran untuk bom bunuh diri," tuturnya.

Tony sendiri merupakan pria asal Surabaya. Banyak keluarganya yang tinggal di sana. Bahkan, ada keluarganya yang rumahnya dekat dengan salah satu lokasi peledakan bom di gereja.

Secara khusus, ia pun memberikan pesan kepada masyarakat, khususnya warga Surabaya. "Pastinya (mengimbau) tenang lah soalnya sudah ada yang ngurusin dan ada pekerjaannya masing-masing. Kalau pribadi sih lawan teroris, Surabaya wani," tegas Tony.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini