Satu-satunya kemenangan Zenit tercipta di kandang Porto setelah menang 1-0 lewat gol tunggal Alexander Kerzhakov. Setelah melalui enam pertandingan, Zenit finis di bawah Atletico Madrid yang mengoleksi 16 angka. Sementara itu, Porto dan Austria berturut-turut duduk di posisi tiga dan empat dengan perolehan lima poin.
Sementara pada 2015-2016, Roma mengalami hasil sama dengan Zenit. Dari enam pertandingan, Giallorossi –julukan Roma– hanya mengemas satu menang, tiga imbang dan dua kalah.
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: Pesepakbola Tertua yang Tampil di Final Liga Champions
Kala itu, Roma tergabung di Grup E bersama Barcelona, BATE Borisov dan Bayer Leverkusen. Satu-satunya kemenangan Roma racikan Rudi Garcia diraih saat menjamu Leverkusen. Saat itu, Mohamed Salah dan kawan-kawan menang 3-2.
Namun, kiprah Zenit dan Roma sama-sama terhenti di 16 besar. Zenit takluk 4-5 dari Borussia Dortmund, sedangkan Roma dibungkam Madrid dengan agregat 0-4.
(Ramdani Bur)