TAK bisa dipungkiri, Liga Champions adalah salah satu turnamen tersengit di muka bumi. Semenjak berganti format pada 1992-1993, baru ada satu tim yang keluar sebagai kampiun dua musim beruntun. Tim yang dimaksud ialah Real Madrid yang melakukannya pada 2015-2016 dan 2016-2017.
Sejatinya, level keketatan Liga Champions tak hanya tersaji di fase gugur/knockout. Persaingan sengit sudah berlangsung di fase grup. Hal itu terbukti pada Fase Grup E Liga Champions 2000-2001.
Saat itu Hamburg yang berstatus tuan rumah, ditahan Juventus dengan skor 4-4. Saat itu, Juventus unggul lebih dulu via gol Igor Tudor pada menit keenam. Akan tetapi, Die Rothosen –julukan Hamburg– menyamakan kedudukan lewat Anthony Yeboah pada menit 17.
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: 5 Final Liga Champions yang Penentuan Juaranya Lewat Perpanjangan Waktu
Filippo Inzaghi sempat membuat Juventus unggul 3-1 lewat brace (dua gol) yang dicetak. Akan tetapi Hamburg membalikkan kedudukan lewat gol-gol yang dicetak Mehdi Mahdavikia, Hans Jorg Butt dan Niko Kovac. Beruntung, Juventus memiliki Inzaghi setelah mencetak gol pada menit 88, sekaligus mengemas hattrick di laga tersebut. Skor sama kuat 4-4.