Namun, saat Okezone bertanya apa yang paling berkesan selama menjadi pesepakbola, bukan keberhasilan memenangi dua trofi itu disebut Egy. Saat masih bermain sepakbola di Medan bersama Sekolah Sepakbola (SSB) Tasbih, Egy sempat dicurangi panitia turnamen sepakbola yang diikutinya.
SSB Tasbih yang dimotori Egy lolos ke final meski akhirnya takluk. Meski begitu, Egy dinobatkan sebagai pemain terbaik dan layak mendapat trofi. Namun setelah ditunggu-tunggu, Egy urung menjadi pemain terbaik. Gelar pun diberikan kepada pemain lain.
“Saya masih ingat sampai sekarang. Saya ikut turnamen dan tim saya kalah di final. Namun, pembagian piala diberikan satu hari setelahnya dan di hari kekalahan itu, saya disebut keluar sebagai pemain terbaik. Keesokan harinya saat ingin ambil trofi pemain terbaik, saya ditelfon panitia bahwa gelar pemain terbaik saya dicabut dan digantikan pemain lain,” kata Egy dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Okezone.