nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

EKSKLUSIF: Raih Trofi Prestisius di Turnamen Toulon, Egy Maulana Vikri Mengira Hanya Dapat Gelar Man of the Match

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 14:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 26 51 1783229 eksklusif-raih-trofi-prestisius-di-turnamen-toulon-egy-maulana-vikri-mengira-hanya-dapat-gelar-man-of-the-match-oXuwIt1cpU.jpg Egy Maulana bergelimang trofi di usia muda. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

EGY Maulana Vikri mencuri perhatian pencinta sepakbola Indonesia di ajang Piala AFF U-18 2017. Tampil di enam laga bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, pesepakbola 17 tahun itu mengemas delapan gol dan keluar sebagai sebagai top skor turnamen.

Di turnamen tahunan tersebut, Egy menjadi motor serangan Garuda Nusantara –julukan Timnas Indonesia U-19– yang bermain atraktif dan akhirnya finis di posisi tiga. Namun, sebelum bersinar di ajang tahunan itu, nama pesepakbola asal Medan sudah lebih dulu berjaya di turnamen Toulon yang berlangsung akhir Mei hingga awal Juni 2017.

BACA JUGA: EKSKLUSIF: Egy Maulana, Tekad Tampil di Kompetisi Eropa dan Belum Berpikir Bela Klub Liga 1

Dalam turnamen yang digelar di Prancis itu, Indonesia tergabung di Grup C bersama Republik Ceko, Brasil dan Skotlandia. Dalam tiga laga itu, Indonesia memang selalu takluk dengan skor tipis, yakni 0-1 dari Brasil, Republik Ceko (0-2) dan Skotlandia (1-2).

BACA JUGA: EKSKLUSIF: Awal Mula Egy Maulana Mengenal Dunia Sepakbola hingga Bertemu Indra Sjafri

Meski Indonesia selalu takluk, Egy dianggap panitia telah memberikan pengaruh besar bagi permainan Skuad Garuda. Alhasil, Egy meraih trofi Jouer Revelation, gelar yang pernah diraih Zinedine Zidane (1991) dan Cristiano Ronaldo (2003) pada turnamen yang sama.

BACA JUGA: EKSKLUSIF: Jika Dapat Kontrak Rp1 Miliar, Ini yang Dilakukan Egy Maulana Vikri

Saat mendapat trofi tersebut, Egy awalnya mengira hanya meraih trofi man of the match. Namun setelah ditelisik lebih dalam, ia mendapat gelar yang diperuntukkan bagi pemain yang memberikan sumbangsih besar terhadap permainan tim.

Sebelum mendapat trofi itu, Egy juga meraih predikat top skor dengan koleksi 28 gol di turnamen Gothia Cup (Piala Dunia Mini) pada pertengahan 2016. Ingin tahu lebih lengkapnya seputar raihan Egy selama menjadi pesepakbola? Berikut wawancara eksklusif yang dilakukan Okezone bersama Egy:

1. Pada pertengahan 2016 Egy dipinjamkan PPLP Ragunan ke ASIOP Apacinti di turnamen Gothia Cup (Piala Dunia mini). Tidak sekadar membawa ASIOP juara, Egy juga keluar sebagai pemain terbaik dan top skor. Ada kendala saat tampil di sana?

Saat itu turnamen diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2001 (Egy kelahiran 2000). Namun, setiap tim boleh memainkan 2-3 pemain yang berusia satu lebih tua, termasuk saya. Saat itu kesulitan yang saya alami adalah cuaca. Namun, perlahan-lahan saya mulai bisa beradaptasi. Selain itu, lawan-lawan di sana memang besar-besar, namun kami unggul kecepatan.

2. Di Turnamen Toulon 2017, Egy dapat trofi yang diperuntukkan bagi pemain yang memberi pengaruh bagi sebuah tim. Bagaimana perasaannya bisa mendapatkan trofi yang pernah didapat Cristiano Ronaldo dan Zidane?

Awalnya saya tidak tahu itu trofi apa. Awalnya saya kira trofi itu hanya untuk satu pertandingan itu saja (pemain terbaik). Saat itu saya merasa belum menampilkan yang terbaik. Tapi itu penilaian panitia bagaimana saya bermain. Meski begitu, saya tetap akan kerja keras. Trofi takkan berarti tanpa adanya kerja keras.

3. Di Piala Suratin U-17, Egy membawa Persab Brebes juara dan keluar sebagai top skor, apa kunci suksesnya?

Ayah saya selalu bilang, jika target cetak gol, gol tidak akan datang. Bermain sepakbola itu untuk tim. Jika kita main tim dan kita main bagus, gol akan datang begitu saja. Kalau rezeki, baik top skor dan pemain terbaik itu hanyalah bonus. Jika tim sukses, kita juga akan sukses.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini