Meski Indonesia selalu takluk, Egy dianggap panitia telah memberikan pengaruh besar bagi permainan Skuad Garuda. Alhasil, Egy meraih trofi Jouer Revelation, gelar yang pernah diraih Zinedine Zidane (1991) dan Cristiano Ronaldo (2003) pada turnamen yang sama.
BACA JUGA: EKSKLUSIF: Jika Dapat Kontrak Rp1 Miliar, Ini yang Dilakukan Egy Maulana Vikri
Saat mendapat trofi tersebut, Egy awalnya mengira hanya meraih trofi man of the match. Namun setelah ditelisik lebih dalam, ia mendapat gelar yang diperuntukkan bagi pemain yang memberikan sumbangsih besar terhadap permainan tim.
Sebelum mendapat trofi itu, Egy juga meraih predikat top skor dengan koleksi 28 gol di turnamen Gothia Cup (Piala Dunia Mini) pada pertengahan 2016. Ingin tahu lebih lengkapnya seputar raihan Egy selama menjadi pesepakbola? Berikut wawancara eksklusif yang dilakukan Okezone bersama Egy:
1. Pada pertengahan 2016 Egy dipinjamkan PPLP Ragunan ke ASIOP Apacinti di turnamen Gothia Cup (Piala Dunia mini). Tidak sekadar membawa ASIOP juara, Egy juga keluar sebagai pemain terbaik dan top skor. Ada kendala saat tampil di sana?
Saat itu turnamen diperuntukkan bagi pemain kelahiran 2001 (Egy kelahiran 2000). Namun, setiap tim boleh memainkan 2-3 pemain yang berusia satu lebih tua, termasuk saya. Saat itu kesulitan yang saya alami adalah cuaca. Namun, perlahan-lahan saya mulai bisa beradaptasi. Selain itu, lawan-lawan di sana memang besar-besar, namun kami unggul kecepatan.