nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Real Madrid Kalah dari Barcelona di ICC 2017, Zidane: Kalah di El Clasico Selalu Menyakitkan

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 31 Juli 2017 19:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 31 51 1747094 real-madrid-kalah-dari-barcelona-di-icc-2017-zidane-kalah-di-el-clasico-selalu-menyakitkan-Zw1SuwnHnL.jpg Kovacic cetak gol ke gawang Barcelona. (Foto: Facebook Real Madrid)

MIAMI – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, kecewa timnya kalah 2-3 dari Barcelona di ajang International Champions Cup (ICC) 2017, Minggu 30 Juli. Zizou –sapaan akab Zidane– menilai, selalu menyakitkan baginya kalah di laga bertajuk el clasico.

Madrid dan Barcelona bertemu pada laga pramusim yang dilangsungkan di Hard Rock Stadium. Kedua tim hampir memainkan seluruh pemain terbaiknya. Bahkan, Blaugrana –julukan Barcelona– memainkan trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar da Silva sejak awal laga.

BACA JUGA: 15 Menit di Ruang Ganti Real Madrid, Neymar Ucapkan Salam Perpisahan

Pertandingan baru berjalan tujuh menit, Barcelona sudah unggul dua gol. Saat itu, gol Barcelona dicetak Lionel Messi pada menit ketiga dan Ivan Rakitic (tujuh). Sempat bangkit dengan menyamakan kedudukan via Mateo Kovacic dan Marco Asensio, Barcelona memastikan kemenangan 3-2 lewat Gerard Pique pada menit 50.

“Kekalahan ini tidak berarti penting bagi saya. Namun, kalah di el clasico selalu menyakitkan,” kata Zizou mengutip dari Football Espana, Senin (31/7/2017).

BACA JUGA: Komentari El Clasico Miami, Ramos: Alarm Madrid Selalu Berbunyi Tiap Kali Lawan Barcelona

Meski begitu, kekalahan itu akan dijadikan pelajaran bagi Zizou. Apalagi pada Senin 14 Agustus dan Kamis 17 Agustus 2017 dini hari WIB, Madrid akan kembali bertemu Barcelona di ajang Piala Super Spanyol. Karena itu, pembenahan wajib segera dilakukan.

Di partai resmi sebagai pelatih, Zizou sudah tiga kali mengantarkan Madrid menghadapi Barcelona. Hasilnya berimbang dengan raihan satu menang, imbang dan kalah.

“Saya tegaskan sekali lagi, kekalahan ini tidak mengubah apa pun. Saya lebih memilih kalah di pertandingan persabahatan dan memenangi segalanya di kompetisi resmi,” lanjut pelatih yang sempat memperkuat Juventus sebagai pemain itu.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini