Wow! Mourinho Akui Banyak Menyerap Ilmu dari Louis van Gaal

Rully Fauzi, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 22 45 1649511 wow-mourinho-akui-banyak-menyerap-ilmu-dari-louis-van-gaal-8zR7r3QQ2G.jpg

MANCHESTER - Pelatih Manchester United, Jose Mourinho mengaku banyak belajar dari sosok Louis van Gaal, mantan pelatih Setan Merah yang posisinya ia gantikan. Mourinho menyerap banyak ilmu dari pelatih gaek asal Belanda tersebut ketika bekerja sama di Barcelona.

Pada periode 1996-2000, Mourinho memang bekerja di Barcelona sebagai asisten van Gaal. Setelah berkiprah bersama Blaugrana, Mourinho mulai mandiri dan melatih Benfica.

Setelah itu, ia 'meloncat' ke FC Porto dan setelah sukses bersama raksasa Portugal tersebut, The Special One pindah ke Chelsea. Mou kemudian menangani tim-tim besar macam Inter Milan dan Real Madrid sebelum comeback ke Chelsea.

Pada awal musim ini, Mourinho pun ditunjuk sebagai juru taktik Setan Merah. Ia menggantikan van Gaal setelah Man United menjuarai Piala FA.

Sang meneer sendiri memang harus mengakhiri kariernya di Old Trafford karena dinilai gagal membuat Man United sebagai penantang gelar Liga Inggris. Selain itu, Van Gaal juga sering mendapat kritik karena style bermain yang ia terapkan membosankan

Sementara itu, di tangan Mourinho musim ini, Man United tampak mengalami perbaikan. Sejauh ini, The Red Devils sudah menjuarai Community Shield dan Piala Liga, serta juga berpeluang menjuarai Liga Eropa serta finis di top 2 Liga Inggris.

Dalam menangani Man United, Mourinho pun mengatakan meniru cara-cara van Gaal di Barca dalam menangani stafnya.

"Saya tak butuh 'orang yes'. Saya ingin (asisten) yang punya gagasan sendiri. Saya selalu mengatakan pada asisten saya; 'Sepanjang pertandingan, saya ingin berpikir sendiri'. Saya tak ingin orang di samping saya berbicara pada saya, untuk mengatakan sesuatu. Dalam momen seperti itu, saya ingin menerapkan pengalaman saya, insting, dan firasat saya," buka Mourinho pada France Football. 

"Saya ingin melatih sendiri. Namun selama satu pekan, sebelum atau setelah pertandingan, saya menganggap mereka agar bersikap seperti pelatih, yang berpikir dengan dirinya, memikirkan apa yang saya katakan, memberikan kritik pada saya, yang meminta saya untuk menjelaskan apa yang saya lakukan pada tim," celotehnya.

"Saya belajar itu di Barcelona bersama Mr. van Gaal. Itulah yang ia minta dari asistennya. Saya banyak menyerap ilmu, khususnya hal tersebut dari dia," ungkap manajer berusia 54 tahun itu.

(rul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini