Ia sendiri mengaku tidak bisa mengelak permintaan menjadi algojo penalti yang selama ini tak pernah dilakukannya. Sebagai gelandang bertahan, selama ini ia hanya fokus membantu pertahanan tanpa berambisi mencetak gol.
Tapi permintaan Bobotoh, pemain, pelatih, hingga official tim membuatnya luluh. Bahkan Atep yang merupakan kapten tim harus turun hingga melewati setengah lapangan untuk 'memaksa' Hariono dan membawanya ke kotak penalti lawan. Ia pun akhirnya menerima permintaan menjadi algojo penalti.
"Patut disyukuri, semua itu karena permintaan semuanya, pemain, pelatih, official, bahkan seluruh (penonton) di stadion meneriakkan nama saya (untuk mengeksekusi penalti). Alhamdulillah saya bisa menjalankannya," kata Hariono seusai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (30/11/2016) malam.
Ia sendiri memandang gol itu sebagai sesuatu yang biasa. Sebab gol bisa diciptakan siapapun. Yang terpenting baginya adalah kemenangan tim. Lalu, untuk siapa gol bersejarah itu dipersembahkan?
"Gol ini untuk semuanya, Bobotoh, tim, keluargaa, pokoknya untuk semuanya," ucap Hariono.