Walau Saha terjatuh diterjang Meiga, wasit tak memberikan pelanggaran apa pun. Kontroversi kedua adalah pelanggaran Victor Igbonefo terhadap Esteban Vizcarra di kotak penalti pada menit akhir. Sang pengadil juga tetap mendiamkan peluitnya.
Kendati aroma kontroversi sangat kental, sejatinya Semen Padang tak bermain dalam mood terbaik. Lini tengah gagal mendominasi penguasaan bola, sedangkan lini belakang canggung dalam menutup striker Arema Cronus.
Bahkan tuan rumah beruntung hanya kemasukan dua gol lewat Beto Goncalves (7') dan Cristian Gonzales (63'). Sebab khusus Gonzales sendiri memiliki empat kali peluang berhadapan dengan kiper Fachrurrazi tapi hanya satu yang menjadi gol.
Jika Arema bermain rapat di pertahanan dengan pola 4-3-1-2, Semen Padang dengan pola flat 4-4-2 malah tidak konsisten mengatur tempo. Dua gol yang diciptakan Nur Iskandar dan Airlangga Sucipto tampaknya memang mewakili upaya maksimal tuan rumah
(Fetra Hariandja)