"Kalau Indonesia Kena Sanksi, Jangan Salahkan PSSI"

Windi Wicaksono, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2012 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 20 51 596889

JAKARTA – FIFA memberi batas waktu kepada Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan dualisme kompetisi sampai hari ini. Bila persoalan itu dianggap belum bisa diselesaikan, maka FIFA akan memberikan sanksi kepada Indonesia.

 

PSSI sendiri merasa sudah melakukan upaya yang dianjurkan FIFA untuk menyelesaikan soal dualisme kompetisi di mana saat ini PSSI menaungi IPL sedangkan kubu yang lain, menggulirkan Indonesia Super League (ISL).

 

Menurut wakil sekjen PSSI Bidang Luar Negeri Rudolf Yesayas, PSSI telah menjalankan upaya untuk merangkul klub yang bergabung di ISL. Sebab itu jika sanksi akhirnya jatuh, maka PSSI menolak menjadi pihak yang dipersalahkan.

 

"Sejak Desember 2011 kita kan terus melakukan upaya merangkul klub-klub ISL, kita juga sudah membentuk tim untuk bertemu dengan perwakilan klub-klub," ujar Rudolf dalam konferensi pers di kantor PSSI, Selasa (20/3/2012).

 

"Dalam hubungan dengan kongres di Palangkaraya, PSSI sudah melakukan kewajibannya sesuai Statuta," kata Rudolf.

 

FIFA sendiri dalam suratnya yang diterima Republika, mengatakan akan membahas permasalahan sepakbola Indonesia di Komite Asosiasi FIFA dua atau tiga hari mendatang.

 

"Apa yang belum kita lakukan untuk mengajak mereka kembali ke PSSI? Jadi, kalau Indonesia dibanned, ya kita mohon maaf, itu bukan salah PSSI, kita sudah menjalankan upaya-upaya sesuai perintah FIFA. Yang salah Indonesia karena gagal menyelesaikan permasalahan ini," tegas Rudolf.

 

PSSI melalui Kongres Tahunan di Palangkaraya 18 Maret kemarin akhirnya memutuskan mengakui ISL sebagai kompetisi sah. PSSI mengklaim sikap itu diambil untuk menyudahi kemelut dalam persepakbolaan di Tanah Air.

 

Sementara kubu ISL yang bergabung di Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) di waktu yang sama menggelar Kongres Luar Biasa dan memilih La Nyalla Matalitti sebagai Ketua Umum PSSI versi mereka. Menanggapi wacana rekonsiliasi yang diajukan PSSI, La Nyalla menutup pintu rekonsiliasi karena menganggap tawaran PSSI itu sudah terlambat.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini