Tri Bantah Bermain di Dua PSSI

Decky Irawan Jasri, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2012 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 23 51 598822 UvFlQEcPqu.jpg Tri Goestoro.(foto:Windi Wicaksono)

 JAKARTA - Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Tri Goestoro, bantah telah menjalin komunikasi dengan PSSI versi La Nyalla M Mattalitti. Sebelumnya, foto-foto antara Tri, La Nyalla, dan beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI versi La Nyalla beredar luas. Dan Tri pun dianggap bermain dua kaki, dalam konflik PSSI.

 

Beberapa foto-foto Tri beredar luas di jejaring sosial, saat melayat wafatnya ibunda Aburizal Bakrie dan Nirwan Dermawan Bakrie, Roosniah Bakrie di rumah duka Jl Terusan Hang Lekir IV No.32, Simprug, Jakarta Selatan. Dalam foto tersebut, terlihat keakraban antara Tri, La Nyalla, Roberto Rouw, dan Erwin D Budiawan.

 

Walau terlihat sangat akrab, Tri tidak melihat hal itu terlalu jauh. Baginya, itu hanya bentuk silaturahmi. Dan mantan manajer Bandung Raya ini pun membantah, telah menjalin kesepakatan atau bentuk komunikasi dengan PSSI versi La Nyalla. Soal, adanya komentar La Nyalla jika Tri akan digandeng sebagai Sekjen PSSI versi La Nyalla, Tri dengan tegas menyangkal hal tersebut.

 

"Yang pertama saya informasikan soal beredarnya foto-foto tersebut, saya hanya bertemu teman-teman di sana saat melayat wafat ibu dari bapak Aburizal dan Nirwan. Kedua, foto-foto tersebut menggambarkan jika tali silaturahmi jangan sampai putus. Beda pandangan boleh saja, tapi tali silaturahmi tidak boleh putus," ungkap Tri di Kantor PSSI, Jakarta.

 

Isu-isu yang menyatakan jika Tri bermain dua kaki di PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan PSSI versi La Nyalla, sebenarnya sudah cukup lama berembus. Namun, Tri kerap kali terus membantah hal itu. Tri malah meminta untuk dikonfirmasi kepada La Nyalla, apakah dirinya pernah menjalin komunikasi soal masa depannya sebagai Sekjen PSSI pimpinan Djohar.

 

"Saya tidak mengerti mengapa isu itu terus berkembang. Seharusnya coba ditanyakan langsung saja dengan pak Nyalla. Yang pasti, tidak ada pertemuan dengan mereka. Karena saya saat ini, masih terikat kontrak dengan PSSI," papar Tri.

 

Dengan beredar isu tersebut, Tri pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan para petinggi PSSI versi Djohar. Soalnya adanya kabar yang berkembang jika posisi Tri akan digantikan Halim Mahfudz pimpinan Halma Strategic atau digantikan Hadiyandra yang saat ini menjabat Deputy Sekjen PSSI Bidang Organisasi.

 

"Yang seperti itu, jangan dibesar-besarkan. Saya sudah jelaskan semuanya kepada atasan saya, jadi sudah tidak ada masalah lagi. Soal calon-calon pengganti saya, jangan ditanyakan kepada saya. Tanyakan ke Exco atau ketum," terang Tri, yang sempat menjabat posisi Sekjen PSSI dimasa kepemimpinan Agum Gumelar.

 

Sementara itu, Halim menyatakan tidak tahu menahu soal dihubung-hubungkan namanya sebagai kandidat pengganti Tri. Pria yang sebelumnya terkenal sebagai juru bicara Kelompok - 78 (K-78) ini menegaskan, jika dirinya tidak ingin berkomentar terlalu jauh menanggapi wacana yang berkembang akhir-akhir ini.

 

"Saya tidak tahu soal itu, sampai saat ini tidak pernah ada rencana itu. Saya tidak mau mengomentari hal-hal yang semacam itu. Liat saja nanti seperti apa, yang saya tidak mau berkomentar dulu," tegas Halma, sapaan akrab Halim Mahfudz.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini