Pemerintah Harus Selamatkan Persepakbolaan

Genta Wahyu, Jurnalis · Rabu 21 Maret 2012 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 21 51 597246

SOLO – Menyusul dualisme kepemimpinan persepakbolaan di Indonesia, Mantan anggota Komite Normalisasi PSSI FX Hadi Rudyatmo menyatakan bahwa Pemerintah sudah saatnya harus menyelamatkan persepakbolaan Indonesia. Kalau perlu intervensi PSSI.

 

“Munculnya dualisme di tubuh organsiasi persepakbolaan nasional di Indonesia, jelas akan mendapatkan sanksi dari FIFA,” tandas Hadi Rudyatmo yang juga Wakil Walikota Solo, di Balaikota Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/3/2012).

 

Adanya dualisme kepemimpinan, menurut Rudi panggilan akrab Wakil Walikota Solo, sungguh tidak menguntungkan bagi perkembangan persepakbolaan di Indonesia, dan lebih lanjut lagi sepakbola Indonesia di kancah Internasional.

 

Kengototan kedua belah pihak antara PSSI Johar Arifin dan PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), menurut mantan Komite Normalisasi PSSI itu, perlu ada penengah, yakni Pemerintah.

 

Seperti munculnya kepentingan kelompok di tubuh PSSI Johar Arifin, yang tidak segera menggelar musyarawah nasional untuk membuat aturan dan program di satu sisi. Di sisi lain, KPSI yang belum memahami hasil Konggres Luar Biasa di Solo dan Konggres di Bali.

 

“Keduanya harus dijembatani. Pemerintah harus mencari jalan keluar terbaik. Kalau tidak, persepakbolaan di Indonesia bakal melorot lagi, terutama di kancah Internasional. Dan yang terpenting, kepentingan Merah Putih harus diutamakan,” jelasnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini