Pelatih Asal Kroasia Sayangkan Indonesia Bila PSSI Dihukum FIFA

Arpan Rachman, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2012 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2012 12 12 49 731296 gwX7izalbH.jpg Petar Segrt.(foto:Arpan R)

MAKASSAR – Pelatih berkebangsaan Kroasia, mengaku turut prihatin atas selubung gelap yang mewarnai langit sepakbola Indonesia. Kisruh dualisme kepengurusan PSSI versus KPSI tinggal menunggu hitungan hari untuk diputuskan dalam pembahasan FIFA di Jepang, 14 Desember lusa.  

Sebagai tukang rancang permainan bagi klub PSM Makassar, Petar Segrt menyayangkan bila akhirnya federasi sepakbola dunia menjatuhkan sanksi larangan tanding bagi federasi sepakbola Indonesia di segala ajang sepakbola internasional.

 

“Saya tidak tahu apakah FIFA akan menjatuhkan hukuman atau tidak. Sebab menurut saya saat ini terlalu banyak campur-tangan politik dalam sepakbola dan hal ini tidak baik untuk semua orang Indonesia,” jawab Segrt saat Okezone meminta komentarnya, Rabu (12/12/2012).

 

“Sungguh, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi saya berharap tidak akan jatuh sanksi hukuman dari FIFA kepada Indonesia,” sambung lelaki kelahiran 8 Mei 1966 di Durdevac ini.

 

“Bila sanksi FIFA jatuh ke Indonesia akan terlalu mahal harga yang harus dibayar oleh seluruh orang Indonesia hanya gara-gara urusan politik yang diperbuat oleh beberapa orang saja. Terutama, segenap suporter Indonesia yang fantastik pasti terkalahkan. Hukuman FIFA hanya akan merugikan. Yang rugi itu Indonesia, sepakbola Indonesia, dan tentu saja klub-klub dengan para pemain dan semua pendukung mereka akan rugi,” tutur Segrt.

 

“Dalam pendapat saya, kelompok politik (yang sedang kisruh-Red) akan rugi juga karena mereka terlalu berat membawa kepentingan politik dalam olahraga dan khususnya sepakbola Indonesia,” tukasnya.

 

Mantan pelatih timnas Georgia tersebut mengambulkan harapannya agar semua orang Indonesia mencoba bersatu untuk menyisihkan kepentingan pribadi dan politik di luar olahraga.

 

“Semua orang harus mencoba membangun masa depan yang lebih baik bagi sepakbola Indonesia, buat masyarakat Indonesia, dan untuk bertaburan banyaknya bakat-bakat pesepakbola yang bagus di Indonesia,” tuntas Segrt.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini