Berkah Liverpool Tanpa Europa League?

Fitra Iskandar, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2011 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 31 45 462916 2nwvLWrv3E.jpg Ilustrasi.(foto:Daylife)

LIVERPOOL - Prestasi Liverpool musim 2010-2011 boleh dikata lebih buruk dari musim sebelumnya. Bukan hanya terlempar dari empat besar, Liverpool kini tak punya tempat untuk berkiprah di Eropa.

Musim 2009-2010, The Reds sudah merasakan kekecewaan. Steven Gerrard dkk terseok-seok di papan tengah, meski akhirnya tetap merebut jatah tiket Europa League.

Seiring pergantian musim, pasukan Anfield sempat mengusung optimisme bisa menorehkan prestasi lebih mengkilat. Kedatangan Roy Hodgson, dan Joe Cole di awal musim ternyata tidak menjadi jawaban, dan justru persoalan. Joe Cole tidak bisa tampil maksimal, sementara Roy Hodgson dipecat karena dianggap bertanggung jawab atas sejumlah kekalahan Liverpool.

Kedatangan Andy Caroll dan Luis Suarez di pertengahan musim juga tidak terlalu membantu mengatrol posisi tim terlalu tinggi sehingga Liverpudlian harus puas menyaksikan tim kesayangannya finis di posisi enam. Satu peringkat lebih baik di musim lalu, tapi lima poin di bawah pencapaian 2009-2010.

The Reds harus tersingkir dari Europa League, karena peraturan baru menyebutkan jatah tiket tidak lagi diberikan kepada peringkat 5,6 dan 7 klasemen, melainkan juara Piala FA, tim fair play, peringkat 5, dan pemenang Piala Carling.

Toh, Liverpool tidak perlu terlalu sedih. Ketidakhadiran mereka di kancah Eropa sebenarnya bisa menjadi keuntungan tersendiri untuk mengarungi liga musim depan. Legenda Liverpool, Didi Hamann berpendapat, klub justru bisa lebih fokus.

“Kehilangan jatah ke Europa League bisa jadi suatu berkah,” kata Haman yang kini menjadi staf pelatih di Leichester City, kepada Liverpoolfc.tv, Selasa (31/5/2011).

Europa League bukan ajang bergengsi untuk dimenangkan. Hamann menilai Liverpool tidak perlu merasa kecil hati tidak berkiprah di dalamnya.

“Itu kompetisi yang kurang bernilai.Di sana tiga tim Portugal masuk ke semi final musim ini, dan bukan tidak menghormati mereka, tapi saya tidak ingat kapan terakhir kali tim Portugal ada di semi final Liga Champions. Satu musim tanpa sepak bola Eropa tidak berarti apa pun,” katanya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini