Share

Janu Ogah Komen, Pelatih Cerezo Sumringah

Yuswantoro, Koran SI · Selasa 03 Mei 2011 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 03 50 452924 NKWw8E9E1R.jpg Foto: Selebrasi para pemain Arema/Koran SI

MALANG - Pelatih Arema Miroslav tidak bisa menutupi kekecewaannya usai timnya dipermalukan Cerezo Osaka dengan skor telak 0-4, pada lanjutan babak penyisihan Grup Liga Champions Asia, Selasa (3/5/2011) sore tadi. Pelatih berkebangsaan Republik Ceska bahkan enggan berbicara panjang mengomentari kekalahan timnya.

Bermain di markasnya, Stadion Kanjuruhan, Arema tidak berdaya meladeni permainan cantik Cerezo. Alhasil, empat gol berhasil dilesakkan Cerezo melalui Hiroshi Kiyotake (30), Rodrigo Pimpao Vianna (43), dan Takashi Inui (46 dan 60), tanpa mampu dibalas. Kekalahan ini pun kian memperburuk rekor Arema yang sudah pasti tersingkir dari pentas Asia -tidak pernah menang-.

Usai laga, Janu lagi-lagi menyalahkan padatnya jadwal tanding. Kendati begitu, ia mengakui Cerezo bermain jauh lebih bagus, tapi ia menilai pemainnya kelelahan sejak sepulang dari China. “Jadwal tidak bagus. Pemain capek dan tak bisa maksimal,” katanya singkat.

Malah, saking kecewanya, pelatih asal Republik Ceska ini langsung ngacir meninggalkan press conference sebelum usai. Miro pantas kecewa, karena catatan di LCA musim ini jauh lebih buruk dibanding saat menangani Arema pada 2007 silam. Ia menerima pukulan ganda karena timnya juga mempunyai peluang sangat tipis mempertahankan gelar juara ISL.

Sementara itu, pelatih Cerezo Osaka Levir Culpi mengacungi jempol perjuangan tim asuhannya. Hanya problem permukaan lapangan yang menjadi keluhannya sore itu. “Pemain tampil dengan baik. Kita menang dan itu sesuai harapan. Tapi sebenarnya kami bisa bermain lebih bagus andai rumput tidak jelek,” ujarnya.

Cerezo sendiri menampilkan permainan efektif lewat serangan balik yang membuat pertahanan Arema porak-poranda. Pertahanan Arema menjadi sektor paling mencolok jika berbicara penampilan buruk. Komunikasi, konsentrasi, sekaligus antisipasi, sama sekali tak mencerminkan sebuah tim yang pantas bertanding di pentas sekelas LCA. Jebakan offside tak optimal, masih ditambah kepanikan luar biasa saat menghadapi serangan balik lawan.

Permainan agresif di menit-menit awal hanya gertak sambal belaka. Setelah itu Arema lebih sibuk dengan kesalahan-kesalahan yang menjadi keuntungan besar bagi tim ungu-hitam. Ironisnya, terlalu sulit untuk menunjuk pemain mana di pihak Arema yang tidak mempunyai rapor merah.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini