Mourinho bahkan menyindir secara terbuka bahwa trofi Ballon d'Or versi pencapaian tim layak diberikan kepada pelatih PSG, Luis Enrique, atau pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente.
"Jika Anda ingin menghargai Liga Champions, berikan Ballon d'Or kepada Luis Enrique. Untuk Spanyol, Luis de la Fuente tentu layak mendapatkannya. Itu adalah penghormatan yang luar biasa," sambung Mourinho.
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah bursa kandidat kuat peraih Ballon d'Or yang diramaikan oleh gelandang Timnas Spanyol, Rodri, serta sejumlah bintang lini serang PSG.
Nama-nama seperti Ousmane Dembele dan penyerang sayap Khvicha Kvaratskhelia diprediksi masuk dalam persaingan ketat, sementara penyerang Bayern Munich, Harry Kane, turut diperhitungkan berkat ketajamannya di lini depan.
Kendati demikian, Mourinho meyakini standar pemilihan pemain terbaik dunia memiliki ranah penilaian yang jauh berbeda. Ia meyakini kualitas individu sejati tidak harus melekat pada pemain dari klub asal Prancis ataupun skuad Matador.
"Hal lain adalah siapa yang terbaik di dunia. Itu tidak harus dari PSG atau Spanyol,” lanjut Mourinho.
(Rivan Nasri Rachman)