MANTAN bintang Timnas Inggris, Raheem Sterling resmi didakwa dengan tiga tuduhan hukum serius menyusul insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang dialaminya pada Mei 2026 lalu. Karena dakwaan itu, Sterling pun terancam kena hukuma penjara.
Pemain berusia 31 tahun yang kini berstatus tanpa klub tersebut terancam hukuman penjara hingga dua tahun. Namun, hukuman itu baru benar-benar terjadi jika ia terbukti bersalah atas rentetan dakwaan yang dijatuhkan kepadanya oleh pihak kepolisian setempat.
Insiden tersebut bermula ketika mobil Lamborghini mewah yang dikendarainya menabrak pembatas jalan tol di dekat Interchange Minley di ruas M3. Beruntung, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 9 pagi itu.
Selepas kejadian tersebut, Sterling sempat diamankan oleh Kepolisian Hampshire untuk dimintai keterangan sebelum akhirnya dibebaskan dengan status jaminan. Berdasarkan laporan resmi, penyelidikan lebih lanjut kini telah merampungkan berkas perkara.
Pemain yang pernah memperkuat Liverpool dan Manchester City itu secara resmi dihadapkan pada tiga tuduhan, yakni berkendara secara berbahaya, kepemilikan dinitrogen oksida (gas tertawa) untuk penyalahgunaan inhalasi, serta kegagalan memberikan spesimen tes.
Sterling dijadwalkan harus menjalani persidangan perdana di Pengadilan Magistrat Basingstoke guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum pada 15 September mendatang.
Di luar masalah hukum yang tengah melilitnya, perjalanan karier profesional Sterling dalam beberapa musim terakhir memang diwarnai berbagai dinamika. Setelah sukses meraih empat gelar Premier League bersama Manchester City dan sempat berseragam Chelsea serta Arsenal, ia sempat mencoba peruntungan di Liga Belanda.
Sterling bergabung dengan klub Eredivisie, Feyenoord, dengan kontrak jangka pendek di bawah asuhan Robin van Persie. Namun, setelah hanya mencatatkan sedikit penampilan, masa baktinya di Rotterdam tidak diperpanjang usai musim 2025-2026 berakhir.
Kini, masa depan karier sepak bola pencetak 123 gol Liga Inggris dan mantan pilar The Three Lions berpenampilan 82 caps internasional tersebut berada di ujung tanduk seiring proses hukum yang harus dihadapinya.
(Rivan Nasri Rachman)