MEDIA asal Vietnam, Soha menyoroti pernyataan Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir yang mengatakan Timnas Indonesia mengincar target menjadi tim yang langganan lolos Piala Dunia di masa depan. Untuk mewujudkan tekad tersebut, langkah awal Garuda adalah berusaha mengalahkan Vietnam dan Thailand di ajang Piala AFF 2026.
Langkah strategis terdekat yang sedang digodok PSSI adalah proses naturalisasi dua pemain keturunan baru, Luke Vickery dan Mitchell Baker. Kehadiran dua amunisi baru ini dinilai sebagai bagian dari program jangka panjang demi menjaga keberlanjutan performa skuad Garuda di panggung internasional.
Dalam pemaparannya, Erick Thohir membagi target Timnas Indonesia ke dalam dua fase, yakni sasaran pendek di bawah lima tahun dan visi jangka panjang di atas lima tahun. Untuk target jangka pendek, Timnas Indonesia membidik trofi Piala AFF 2026, partisipasi di FIFA Series (2026–2031), bersinar di Piala Asia 2027 di Arab Saudi, Piala AFF 2028, hingga menembus Piala Dunia 2030.
“Erick Thohir juga menguraikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang diincar sepak bola Indonesia. Dalam jangka pendek, tim Indonesia bertujuan untuk memenangkan Piala AFF, di mana Vietnam adalah juara bertahan,” bunyi laporan media Vietnam, Soha, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Tidak tanggung-tanggung, PSSI juga menatap masa depan dengan visi yang sangat berani untuk fase di atas lima tahun. Skuad Garuda ditargetkan mampu menembus peringkat 50 besar dunia dalam ranking FIFA serta masuk dalam jajaran 10 besar kekuatan sepak bola di Asia.
Lebih dari sekadar pencapaian angka, Erick Thohir mencanangkan misi agar Timnas Indonesia tidak lagi hanya menjadi penggembira, melainkan menjelma sebagai negara yang rutin dan konsisten lolos ke putaran final Piala Dunia serta Piala Asia secara reguler.
Kendati gencar mendatangkan pemain keturunan, orang nomor satu di sepak bola Indonesia tersebut menegaskan PSSI tidak melupakan akar rumput. Penguatan kualitas pemain lokal dan kompetisi domestik tetap menjadi pilar utama agar terjadi transfer ilmu yang seimbang demi kedalaman skuad Timnas yang kukuh.