Walau demikian, menurut Tienphong, sosok Calvin Verdonk tentu lebih menonjol ketimbang Garnier. Selain berusia lebih matang, pesepakbola berdarah Belanda itu juga mempunyai jam terbang lebih tinggi bersama klubnya ketimbang Garnier.
"Namun, para penggemar lebih banyak membicarakan Verdonk karena ia memberikan dampak signifikan pada perjalanan Lille menuju kompetisi top Eropa," tulis Tienphong.
"Ia (Garnier) hampir tidak dapat dianggap setara dengan Verdonk dalam hal kontribusi kepada klubnya," tambah tulisan tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)