Keputusan penalti tersebut terbukti mengubah peta persaingan di babak empat besar Liga Champions 2025-2026. Akibat penalti tersebut, Arsenal yang awalnya unggul harus puas bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, sementara Bayern Munich harus menelan kekalahan tipis 4-5 saat bertandang ke markas PSG.
McManaman menilai sangat ironis jika laga sekelas semifinal Liga Champions harus ditentukan oleh aturan yang dianggapnya cacat secara logika olahraga.
“Mereka hanya perlu membuangnya (aturan tersebut). Urusan handball ini merusak permainan. Bayangkan harus mengatakan hal seperti ini di tengah laga semifinal Liga Champions,” pungkas McManaman.
(Rivan Nasri Rachman)