Hingga saat ini, pihak Shonan Bellmare Indonesia dan ASIOP selaku penyelenggara terpantau belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan miring tersebut. Alih-alih memberikan penjelasan teknis, akun Instagram resmi Shonan Bellmare Indonesia justru terlihat membatasi interaksi dengan menutup kolom komentar pada unggahan-unggahan terbarunya.
Pihak penyelenggara sejauh ini hanya fokus memperbarui hasil pertandingan hari pertama yang berlangsung Sabtu 25 April 2026. Sikap diam ini justru menimbulkan spekulasi lebih lanjut di kalangan pencinta sepak bola nasional.
ublik berharap ajang bergengsi yang bertujuan untuk membina talenta muda ini tetap menjunjung tinggi prinsip fair play agar siapa pun yang nantinya terbang ke Jepang benar-benar merupakan tim terbaik yang lahir dari kompetisi yang bersih dan objektif.
(Rivan Nasri Rachman)