Tanpa kehadirannya, Benfica pun harus tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-2 dari Real Madrid (agregat 1-3), di mana Vinicius kembali mencetak gol penentu kemenangan pada lag leg kedua tersebut.
Saat ini, proses investigasi masih terus berjalan. Sesuai regulasi perilaku diskriminatif UEFA, jika terbukti bersalah melakukan pelecehan rasis, Prestianni terancam hukuman berat berupa larangan bertanding minimal 10 pertandingan.
Namun, otoritas sepak bola Eropa tersebut menekankan larangan sementara yang dijatuhkan saat ini bersifat non-prasangka, yang berarti Prestianni tetap berhak mendapatkan persidangan yang adil untuk membela diri.
(Rivan Nasri Rachman)