DEPOK – Gelandang Persikad Depok, Braif Fatari, menyambut positif terobosan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang mulai melirik kompetisi kasta kedua atau Championship. Langkah ini dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas Liga 2 yang kini dihuni oleh banyak talenta muda berbakat dan persaingan yang semakin kompetitif.
Kehadiran John Herdman di tribun penonton saat laga Garudayaksa kontra Persekat di Stadion Pakansari, Bogor, pekan lalu, menjadi sinyal kuat pintu Timnas Indonesia terbuka bagi siapa saja. Braif menilai langkah ini sangat adil karena talenta hebat tidak hanya berpusat di kasta tertinggi saja, melainkan tersebar hingga ke kompetisi bawah.
Braif Fatari mengakui sangat senang John Herdman tidak hanya memantau Super League saja, tetapi juga Championship. Menurutnya, kompetisi kasta kedua pun tidak boleh dipandang sebelah mata karena gap kualitas antarkasta kini semakin menipis.
"Ya, saya rasa cukup fair ya. Mungkin pelatih Timnas sekarang dia memantau Liga 2 juga, jadi saya rasa dia tahu mungkin kualitas Liga 2 juga ya tidak beda jauh dengan Liga 1, gitu mungkin," kata Braif Fatari saat ditemui di Depok, dikutip Rabu (18/2/2026).
Mantan pemain Persija Jakarta itu mengaku kian terpacu untuk memberikan performa maksimal bersama Persikad Depok di setiap pertandingan. Baginya, kehadiran tim pelatih Timnas di stadion adalah momentum bagi setiap pemain untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.
"Ya, kalau di setiap tim harus maksimal biar. Mungkin tidak menutup kemungkinan kita bisa berada di high level sepak bola," tambahnya.
Senada dengan anak asuhnya, pelatih Persikad Depok, Achmad Zulkifli, juga menaruh harapan besar pada pemantauan bakat yang dilakukan John Herdman. Ia percaya jika ada satu saja pemain dari Championship yang berhasil menembus skuad Garuda, hal itu akan menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi seluruh pemain di Liga 2.
"Mudah-mudahan memang ada yang terpantau dan memang menjadikan Timnas kita lebih kuat lagi kedepannya," tutup Achmad.
(Rivan Nasri Rachman)