BERGAMO – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, kesal melihat timnya dibantai Atalanta 0-3 dalam laga perempatfinal Coppa Italia 2025-2026. Ia melihat I Bianconeri banyak melakukan kesalahan tidak penting serta kurang peka terhadap situasi.
Duel Atalanta vs Juventus itu berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, Italia, Jumat (6/2/2026) dini hari WIB. La Dea menang telak 3-0 lewat gol Gianluca Scamacca (27’), Kamaldeen Sulemana (77’), dan Mario Pasalic (85’).
Berkaca dari statistik, Juventus sebetulnya unggul dalam penguasaan bola hingga 60%. Mereka juga melepaskan 11 percobaan meski hanya 2 yang mengarah tepat sasaran.
Sedangkan, Atalanta bermain efektif. Anak asuh Raffaele Palladino membuat hanya 6 percobaan dan 4 tembakan tepat sasaran. Tapi, mereka sukses memaksa Mattia Perin 3 kali memungut bola dari gawang.
Tak ayal, Spalletti kesal dengan hasil tersebut. Ia menilai Atalanta lebih baik dari Juventus dalam momen-momen menentukan sepanjang 90 menit laga.
“Mereka lebih baik dari kami dalam momen-momen menentukan di pertandingan ini. Ketika Anda mengomentari kekalahan 0-3, tidak banyak yang bisa Anda katakan,” tegas Spalletti, mengutip dari Football Italia, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, pria asal Italia itu menguraikan apa yang jadi masalah di Juventus. Menurutnya, Mattia Perin dan kawan-kawan terlalu banyak mengulangi kesalahan yang sama dalam pertandingan.
“Kami terlalu banyak membuat pilihan yang salah. Ada banyak ruang untuk menciptakan situasi 2 vs 1 tapi kami malah membawa bola ke pojok lapangan. Kami kekurangan pengalaman untuk mengenali (peka terhadap) situasi-situasi semacam ini,” keluh Spalletti.
“Kami seperti tidak memiliki ketajaman dan fokus yang jelas di momen-momen menentukan. Tapi inilah yang terjadi,” tandas pria berkepala plontos itu.
Juventus pun harus kandas di Coppa Italia 2025-2026. Sementara, Atalanta melaju ke semifinal dan akan bersua pemenang antara Bologna vs Lazio yang baru digelar pekan depan.
(Wikanto Arungbudoyo)