“Maka dari itu saya meminta liga dan klub bagaimana data base suporter harus selesai tahun ini. dan saya sudah bertemu dengan pihak kepolisian apa yang mereka lakukan untuk menangkap oknum kerusuhan itu tetap dilaksanakan. Jangan sampai suporter lain jadi korban karena oknum. Jangan juga klub jadi korban akhirnya ada oknum yang membuat kerusuhan klub yang jadi korban (rugi karena denda). Selain denda, kurang poin, tidak boleh ada penonton,” ujar Erick Thohir.
“Kalau di Italia dan Inggris bisa, masa Indonesia gak bisa. transformasi sepak bola harus dihormati. FIFA minta 2 musim, data base harus segera diselesaikan dan semoga FIFA memberi kelonggaran,” tandasnya.
(Admiraldy Eka Saputra)